Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Oktober 2026 | 03.28 WIB

OJK Optimistis IHSG Pulih Usai Tertekan Kombinasi Sentimen di 2026

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) segera pulih seusai tertekan berbagai kombinasi sentimen dari tingkat global maupun domestik sepanjang tiga kuartal 2026.

Secara year to date (ytd), IHSG tercatat melemah 2.528,08 poin atau 29,24 persen (ytd) ke posisi 6.118,86 per 5 Oktober 2026, dibandingkan posisi 8.646,94 pada 30 Desember 2025.

"Ke depan, kami, OJK tetap optimistis terkait dengan peluang pemulihan pasar domestik ke depannya, meskipun pergerakannya masih terus akan dipengaruhi berbagai dinamika kondisi global dan juga kinerja fundamental emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI)," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK September 2026 di Jakarta, Senin.

Hasan menjabarkan optimisme tersebut tercermin dari IHSG yang saat ini mulai menunjukkan fase pemulihan setelah berada pada posisi terendahnya yaitu 5.342,14 pada 08 Juni 2026.

"Pembalikan IHSG dari titik terendahnya di tahun ini yaitu di bulan Juni yang lalu ini sedikitnya menunjukkan adanya ruang untuk pemulihan kondisi pasar ke depan," ujar Hasan.

Seiring dengan itu, pihaknya bersama Self-Regulatory Organization (SRO), pelaku pasar, dan seluruh stakeholder lainnya memastikan akan terus memperkuat transparansi, tata kelola, dan pelindungan investor di pasar modal Indonesia.

Selain itu, juga terus berupaya melakukan pendalaman pasar dalam rangka meningkatkan kepercayaan para investor, baik investor lokal maupun asing, serta investor retail maupun institusi.

"Dan, terus akan memastikan integritas dan investabilitas pasar modal kita dapat terus terjaga, agar dapat tumbuh berkelanjutan dari waktu ke waktu," ujar Hasan.

Dari mancanegara, Hasan menjabarkan, tekanan terhadap IHSG dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik, yang menyebabkan kesulitan distribusi komoditas dan kenaikan harga komoditas yang berdampak terhadap kenaikan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore