Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 01.43 WIB

Bukan Cuma Jualan Online, UMKM Cirebon Mulai Didorong Memaksimalkan AI Untuk Jalankan Bisnis

Program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) #BeraniDigital yang dihadirkan Grab-OVO di Cirebon, Jawa Barat. (Dok Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) #BeraniDigital yang dihadirkan Grab-OVO di Cirebon, Jawa Barat. (Dok Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Digitalisasi usaha bagi pelaku UMKM kini tidak hanya berkaitan dengan memasarkan produk melalui platform daring. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai diperkenalkan sebagai salah satu alat yang dapat membantu pelaku usaha menjalankan berbagai aktivitas bisnis sehari-hari.

Hal tersebut menjadi bagian dari program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) #BeraniDigital yang dihadirkan Grab-OVO di Cirebon, Jawa Barat. Cirebon menjadi kota ke-18 di mana program itu dijalankan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pemerintah Kota Cirebon.

Dalam program tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan usaha. Salah satu materi yang diperkenalkan adalah penggunaan AI untuk membantu menyusun deskripsi produk, menemukan ide konten promosi, merangkum masukan pelanggan, hingga membuat perencanaan kerja sederhana.

Selain pemanfaatan AI, pelaku usaha juga mendapat pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan akses pendanaan digital. Langkah tersebut diarahkan untuk membantu UMKM tidak hanya memperluas jangkauan usaha, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam mengelola bisnis.

Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri mengatakan perkembangan teknologi membuat digitalisasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pelaku usaha. Menurutnya, dukungan terhadap UMKM juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan mereka ketika masuk ke ekosistem digital.

“Digitalisasi bukan lagi sebuah kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan. Karena itu, upaya Grab membantu Mitra GrabMerchant dan Mitra Pengemudi menjadi bagian dari ekosistem digital merupakan langkah nyata untuk mendorong UMKM terus berkembang,” tuturnya di Cirebon pada Kamis (1/10).

Cirebon sendiri memiliki basis UMKM yang cukup besar. Pemerintah Kota Cirebon mencatat terdapat 5.353 UMKM di wilayah tersebut. Sementara itu, sektor perdagangan dan jasa menyumbang 27,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Cirebon.

Pemkot Cirebon juga melihat penguatan UMKM tidak bisa dilepaskan dari posisi daerah tersebut sebagai bagian dari kawasan Metropolitan Rebana. Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan konektivitas dengan daerah di sekitarnya dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha.

“Kami melihat Cirebon bukan hanya sebagai satu wilayah administratif, tetapi sebagai bagian dari kawasan metropolitan yang terhubung dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka. Karena itu, kami ingin Cirebon menjadi bagian yang turut menggerakkan perekonomian kawasan, termasuk dengan membuka akses yang lebih luas bagi UMKM,” ujar Iing Daiman.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore