Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 02.49 WIB

IHSG Anjlok 1,02 Persen di Tengah Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran

ILUSTRASI: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

ILUSTRASI: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi di tengah perombakan sejumlah pejabat setingkat Menteri pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pada Kamis (1/10).

Pada perdagangan Kamis (1/10) IHSG ditutup melemah 1,02 persen pada level 6.009 yang disebabkan oleh sejumlah elemen seperti inflasi dan perombakan kabinet dibawah Prabowo Subianto.
 
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta, mengatakan reshuffle kabinet, dampaknya terhadap pasar sangat bergantung pada persepsi investor terhadap figur yang ditunjuk dan kontinuitas kebijakan ekonomi. 
 
 
“Dalam jangka pendek, reshuffle dapat meningkatkan volatilitas karena pasar perlu menilai kembali arah kebijakan, koordinasi antarkementerian, serta implikasinya terhadap program fiskal dan ekonomi,” ujar Nafan kepada JawaPos.com, Kamis (1/10).
 
Nafan mengatakan, apabila perubahan tersebut dipersepsikan mampu memperkuat efektivitas pemerintahan, menjaga kesinambungan kebijakan, dan memberikan kepastian terhadap agenda reformasi maupun investasi, dampaknya dapat menjadi lebih konstruktif dalam jangka menengah.
 
“Karena itu, pasar saat ini kemungkinan lebih membutuhkan policy clarity dibanding sekadar perubahan komposisi kabinet. Perkembangan reshuffle hari ini sendiri menunjukkan bahwa pasar langsung merespons perubahan tersebut, meskipun perlu dibedakan antara reaksi awal dan dampak fundamentalnya,” ujarnya.
 
 
Sepanjang perdagangan Kamis (1/10), IHSG bergerak dalam rentang 5.973,16 hingga 6.095,23, setelah dibuka di level 6.062,89.
 
Tekanan terjadi pada mayoritas saham. Tercatat sebanyak 450 saham ditutup melemah, sementara 206 saham menguat dan 134 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai sekitar Rp10,57 triliun dengan volume 32,13 miliar saham.
 
Dari 11 sektor yang diperdagangkan, hanya sektor energi yang mampu menguat sebesar 0,31 persen. Sementara itu, sektor teknologi menjadi pemberat utama dengan koreksi 3,93 persen, diikuti sektor transportasi yang turun 2,02 persen dan barang baku yang melemah 1,99 persen.
Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore