Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2026 | 17.52 WIB

Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional, BI dan Kemenkeu Siapkan 5 Pilar Sinergi Kebijakan

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti (kiri) bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara (kanan), dalam konferensi pers, Kamis (24/9). (dok. Biro Humas Kemenkeu) - Image

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti (kiri) bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara (kanan), dalam konferensi pers, Kamis (24/9). (dok. Biro Humas Kemenkeu)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan lima pilar sinergi kebijakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperkuat stabilitas perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

Gubernur BI, Destry Damayanti, mengatakan lima pilar tersebut mencakup optimalisasi kebijakan fiskal dan moneter, penguatan sektor eksternal, kecukupan likuiditas, pengendalian inflasi, serta pendalaman pasar keuangan.

Ia menyebut, pilar pertama terkait dengan bagaimana menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi instrumen kebijakan fiskal dan moneter yang kita miliki.

“Maka tadi disampaikan oleh Pak Menteri bagaimana BI kemarin dengan kebijakan yang kami keluarkan di RDG bulanan September ini dan sangat mengapresiasi apa yang kita lakukan,” ujar Destry dalam konferensi pers di Kantor BI, Jakarta, Kamis (25/9).

Destry mengatakan, pilar kedua adalah sinergi dalam memperkuat ketahanan sektor eksternal di tengah gejolak global, baik dari sisi perdagangan internasional maupun aliran modal asing.

Penguatan dilakukan dari sisi perdagangan internasional serta upaya mendorong masuknya aliran modal asing ke pasar domestik.

Destry mengatakan, BI juga menyinergikan kebijakan pemberian insentif biaya hedging bagi dana asing yang masuk ke pasar domestik. Insentif tersebut dapat digunakan untuk berbagai instrumen investasi.

"Untuk mendorong masuknya aliran modal asing, kita coba sinergikan termasuk kebijakan kita terkait insentif yang kita berikan untuk biaya hedging untuk dana yang masuk ke asing dan asing yang masuk ke pasar domestik kita," ujarnya.

Adapun underlying untuk transaksi tersebut mencakup pembelian Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), saham, hingga pinjaman luar negeri.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore