Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2026 | 17.26 WIB

IHSG Diprediksi Melemah Dipicu Aksi Ambil Untung 

pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, diperkirakan bergerak melemah seiring aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar menjelang periode akhir pekan.

Dibuka menguat, IHSG pada pukul 09.40 WIB bergerak melemah 13,05 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.285,56. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,35 poin atau 0,22 persen ke posisi 621,91.

“Diperkirakan IHSG kembali uji level 6.186- 6.200 pada perdagangan Jumat,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati kunjungan kenegaraan pertama Presiden China, Xi Jinping ke AS sejak tahun 2015, dengan isu perdagangan dan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan menjadi dua topik utama yang dibahas oleh Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping.

Sementara itu, meningkatnya yield obligasi jangka menengah dan panjang yang diterbitkan oleh sejumlah negara dengan ekonomi terbesar di dunia, termasuk AS, Jepang, Prancis hingga Inggris, membuat utang negara-negara tersebut terus mengalami kenaikan.

“Kenaikan yield ini karena kekhawatiran akan kenaikan suku bunga, tekanan inflasi akibat biaya energi yang terus berlanjut, pertumbuhan ekonomi yang lesu, serta belanja fiskal yang tinggi,” jelas Ratna.

Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent ditutup menguat 3,4 persen di level 106 dolar AS per barel, sementara minyak WTI menguat hampir 2,7 persen ke level 94 dolar AS per barel.

Harga minyak mentah naik, namun masih di bawah level tertinggi sesi perdagangan Kamis (24/09) menyusul laporan bahwa para negosiator AS dan Iran di New York, AS, sedang membahas kesepakatan bertahap.

Dari dalam negeri, jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) Indonesia meningkat 8,2 persen year on year (yoy) menjadi Rp10.448,1 triliun pada Agustus 2026, atau melambat sedikit dibandingkan 8,3 persen (yoy) pada Juli 2026.

Perlambatan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) yang melambat menjadi 9,0 persen (yoy) dari 10 persen (yoy), sementara pertumbuhan uang kuasi meningkat menjadi 6,5 persen (yoy) dari 5.6 persen (yoy).

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore