
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam acara Fekdi x IFSE 2026, di Jakarta, Kamis (24/9) (Dok Djati Waluyo/JawaPos.com).
JawaPos.com - Pesatnya perkembangan teknologi di bidang keuangan berjalan beriringan dengan meningkatnya potensi adanya kejahatan digital di Indonesia. Jika tidak membangun keamanan siber dengan lebih kokoh, kejahatan digital bakal semakin membesar.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengatakan adopsi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) hingga otomasi dinilai turut meningkatkan risiko serangan siber, penyalahgunaan data, penipuan, dan scam.
“Tentunya kita juga tahu bahwa pesatnya adopsi AI dan otomasi yang sekarang ini terjadi itu juga meningkatkan resiko cyber, penyalahgunaan data, serta fraud dan juga scam,” ujar Destry dalam acara Fekdi x IFSE 2026 di Jakarta pada Kamis (24/9).
Destry berujar perkembangan teknologi yang semakin cepat perlu diimbangi dengan penguatan keamanan dalam ekosistem keuangan digital.
Dia mengacu pada data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) potensi kerugian akibat serangan siber di Indonesia. Dari data APJII diperkirakan mencapai miliaran dolar AS. USD 6,2 miliar (Rp 11,09 triliun) pada 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022