Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 September 2026 | 06.38 WIB

Bahlil Sebut Rata-rata Harga Minyak RI hingga September USD 90 per Barel, Masih di Atas APBN 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mencatat rata-rata harga minyak nasional dari Januari–September 2026 berada di kisaran USD 85–90 per barel.

Angka tersebut lebih tinggi daripada asumsi makro yang termaktub di dalam APBN 2026 sebesar USD 70 per barel.

“Rata-rata nasional dari Januari sampai dengan September itu kurang lebih sekitar USD 85–90 per barel,” ucap Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta, Senin (14/9).

Sementara itu, lanjut dia, hari ini harga minyak dunia telah menyentuh angka USD 106 per barel.

Bahlil menyampaikan kondisi tersebut mendorong Indonesia untuk mengamankan pasokan minyak impor dari Rusia. Terlebih, pemerintah berkomitmen untuk menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak berubah hingga akhir tahun 2026.

“Ini urusan energi ini urusan hajat hidup orang banyak. Kita harus mampu membuat rumusan kebijakan yang sekalipun kondisi global itu terjadi yang luar biasa, kepastian harga harus kita jamin. Ujung kesimpulannya adalah kita sekarang mendapat crude (minyak mentah) dari beberapa negara, termasuk Rusia,” kata Bahlil.

Ia menegaskan Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif. Oleh karena itu, lanjut dia, tidak boleh ada satu pun negara yang mengintervensi atau mengatur keputusan Indonesia.

“Yang penting barang ada dan murah. Itu paling penting. Urusan ini mau dari laut sana, laut sini, langit sana, epenkah (penting kah)? Enggak penting,” ujar Bahlil.

Dikutip dari Kantor Berita Rusia, Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent naik lebih dari 3 persen menjadi USD 107,77 per barel pada awal perdagangan, menyusul penundaan pertemuan terkait pelayaran di Selat Hormuz.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore