Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Agustus 2026 | 01.35 WIB

Bahlil Integrasikan PLTS 100 GW dengan Program Listrik Masuk Desa

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah), Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi (kedua dari kiri), Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kanan), Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian (kedua dari kanan), dan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza (kiri) ketika meresmikan pembukaan acara Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta pada Selasa (21/7). (Istimewa) - Image

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah), Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi (kedua dari kiri), Dirut PLN Darmawan Prasodjo (kanan), Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian (kedua dari kanan), dan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza (kiri) ketika meresmikan pembukaan acara Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta pada Selasa (21/7). (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), akan mengintegrasikan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) peak dengan program listrik masuk desa.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan langkah tersebut ditujukan agar masyarakat di wilayah yang belum teraliri listrik dapat memperoleh akses energi.

“Daerah-daerah desa-desa yang selama ini belum ada listrik, kita akan penetrasi dengan program 100 gigawatt dan listrik masuk desa agar semuanya bisa ada listriknya,” ujar Bahlil dalam peluncuran program PLTS 100 GW, di Bali, Selasa (25/8).

Bahlil mengatakan, sejumlah perusahaan telah mulai mendukung program Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1 megawatt (MW) di setiap desa.

Salah satunya adalah PT Pertamina (Persero) yang menjalankanya di salah satu Kabupaten di Sumatera. Sebelumnya, wilayah tersebut belum memiliki akses listrik.

“Itu tidak ada listrik sama sekali, sekarang sudah dilakukan 1 megawatt, dan itu mereka sudah bisa bikin storage, perikanan mereka sudah jalan, masyarakat mereka juga sudah mendapatkan listrik,” katanya.

Selain memperluas akses listrik, pemerintah juga mendorong konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit berbasis energi yang lebih beragam.

Bahlil menyebut PLN telah melakukan konversi PLTD di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan memanfaatkan sumber energi seperti angin dan matahari.

“Di Provinsi Bangka Belitung itu dari PLN sudah membangun atau mengkonversi, PLTD menjadi tenaga yang energi yang bauran, ada angin, ada juga matahari. Ini sudah dikonversi Pak. Dan ini mampu menghemat APBN kita dari subsidi solar,” ucapnya.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore