Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 00.30 WIB

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Pelemahan Mayoritas Bursa Asia

Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com  - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 66,77 poin atau 1,01 persen ke posisi 6.686,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,16 poin atau 1,40 persen ke posisi 665,58.

IHSG menguat ditopang dari dukungan pasar seiring dengan posisi cadangan devisa Agustus yang terjaga, dimana membukukan sebesar 46,5 miliar dolar AS atau lebih tinggi dari posisi akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias NIco dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, Nico mengatakan membaiknya sentimen juga didukung setelah pembukaan kembali operasional beberapa bandara yang ditutup selama dua hari akibat erupsi dari Gunung Anak Krakatau.

“Aktivitas kembali beberapa bandara tersebut tentunya dapat mengaktifkan kembali roda ekonomi sektor logistik, supplay chain, pemulihan mobilitas dan konektivitas bisnis,” ujar Nico

Dari kawasan Asia, Nico menyatakan tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang semakin memanas telah memberikan rasa kekhawatiran bagi pelaku pasar, dan mendorong kenaikan harga minyak berjangka karena kekhawatiran terhadap gangguan yang lebih dalam terhadap aliran energi melalui Hormuz.

Di sisi lain, pelaku pasar menunggu rincian kesepakatan antara Iran dengan Oman untuk mengatur pengiriman melalui Selat Hormuz. Sebelumnya Iran mengatakan kesepakatan dengan Oman untuk mengatur pengiriman melalui Selat Hormuz hampir selesai, yang memicu kekhawatiran atas meningkatnya kendali Teheran atas jalur air utama tersebut.

“Pasar semakin memperkirakan konflik Timur Tengah yang berpotensi berkepanjangan, sehingga kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan menunda penurunan suku bunga global,” ujar Nico.

Dari China, surplus perdagangan China tercatat sebesar 119,1 miliar dolar AS pada Agustus 2026 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 112,5 miliar dolar AS, dengan ekspor melonjak 25,0 persen year on year (yoy) menjadi 401,44 miliar dolar AS, sedangkan impor melonjak 28,2 persen (yoy) menjadi 282,36 miliar dolar AS.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore