
pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah termasuk Jakarta menjadi sentimen terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, mengatakan kondisi tersebut menjadi isu domestik penting karena dampaknya terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat di wilayah Banten, Lampung, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.
Menurutnya, paparan abu vulkanik berisiko memicu gangguan saluran pernapasan (ISPA) dan iritasi.
“Kondisi ini langsung mendongkrak lonjakan permintaan alat kesehatan (masker, obat pernapasan, eye drops), yang berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek (short-term momentum) bagi emiten sektor kesehatan (healthcare),” ujar David dalam keterangan yang diterima, Senin (7/9).
David mengatakan, pergerakan IHSG pada perdagangan pekan lalu menunjukkan kinerja positif. IHSG ditutup di level 6.636 pada Jumat (4/9), atau menguat sekitar 1,82 persen dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya.
Penguatan tersebut juga diikuti oleh peningkatan aliran dana asing. Sepanjang perdagangan 31 Agustus-4 September 2026, investor asing mencatatkan net inflow Rp2,306 triliun di seluruh pasar dan Rp 1,608 triliun di pasar reguler.
Ia menjelaskan, pergerakan market dalam sepekan terakhir dipengaruhi sentimen global dan domestik yang cukup signifikan.
Dari sisi global, ada sentimen Buyback US Treasury. Langkah U.S. Department of the Treasury yang akan memperbesar ukuran buyback surat utang tenor panjang dari maksimal USD 2 miliar menjadi minimal USD 4 miliar per operasi mulai 9 September memperlihatkan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk menjaga likuiditas dan fungsi pasar treasury di tengah tekanan yield jangka panjang.
Sementara itu dari domestik, ada sentimen foreign flow, dimana sepanjang pekan 31 Agustus - 4 September 2026 IHSG mencatatkan penguatan yang ditopang oleh net pembelian asing ke pasar domestik.
"Secara kumulatif investor asing membukukan net inflow Rp 2.306 triliun di seluruh pasar dan Rp 1.608 triliun di pasar reguler, dengan konsentrasi pembelian pada big banks: BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI yang bersama-sama mencatat net foreign buy lebih dari Rp3,19 triliun di pasar reguler," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
