Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 14.58 WIB

Erupsi Anak Krakatau Dongkrak Sektor Kesehatan, IHSG Berpotensi Terdampak Sentimen

pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah termasuk Jakarta menjadi sentimen terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, mengatakan kondisi tersebut menjadi isu domestik penting karena dampaknya terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat di wilayah Banten, Lampung, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Menurutnya, paparan abu vulkanik berisiko memicu gangguan saluran pernapasan (ISPA) dan iritasi.

“Kondisi ini langsung mendongkrak lonjakan permintaan alat kesehatan (masker, obat pernapasan, eye drops), yang berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek (short-term momentum) bagi emiten sektor kesehatan (healthcare),” ujar David dalam keterangan yang diterima, Senin (7/9).

Pergerakan IHSG Sepekan Terakhir

David mengatakan, pergerakan IHSG pada perdagangan pekan lalu menunjukkan kinerja positif. IHSG ditutup di level 6.636 pada Jumat (4/9), atau menguat sekitar 1,82 persen dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya.

Penguatan tersebut juga diikuti oleh peningkatan aliran dana asing. Sepanjang perdagangan 31 Agustus-4 September 2026, investor asing mencatatkan net inflow Rp2,306 triliun di seluruh pasar dan Rp 1,608 triliun di pasar reguler.

Ia menjelaskan, pergerakan market dalam sepekan terakhir dipengaruhi sentimen global dan domestik yang cukup signifikan.

Dari sisi global, ada sentimen Buyback US Treasury. Langkah U.S. Department of the Treasury yang akan memperbesar ukuran buyback surat utang tenor panjang dari maksimal USD 2 miliar menjadi minimal USD 4 miliar per operasi mulai 9 September memperlihatkan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk menjaga likuiditas dan fungsi pasar treasury di tengah tekanan yield jangka panjang.

Sementara itu dari domestik, ada sentimen foreign flow, dimana sepanjang pekan 31 Agustus - 4 September 2026 IHSG mencatatkan penguatan yang ditopang oleh net pembelian asing ke pasar domestik.

"Secara kumulatif investor asing membukukan net inflow Rp 2.306 triliun di seluruh pasar dan Rp 1.608 triliun di pasar reguler, dengan konsentrasi pembelian pada big banks: BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI yang bersama-sama mencatat net foreign buy lebih dari Rp3,19 triliun di pasar reguler," ujarnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore