Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 15.32 WIB

Eskalasi Menegangnya Relasi AS-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak Global

Ilustrasi pelayaran di Selat Hormuz (Dok. JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pelayaran di Selat Hormuz (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia bergerak naik pada perdagangan Senin (7/9) pagi. Hal itu dipicu aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terhadap kapal-kapal yang berlayar di Selat Hormuz dan wilayah lainnya. Aksi AS dan Iran ini meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan yang berkepanjangan dari Timur Tengah.

Melansir Investing pada pukul 08.10 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,78 poin atau 0,78 persen ke level 96,63 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Jumat (4/9) pagi sebesar 95,61 dollar per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,47 poin atau 0,50 persen ke level 91,91 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Jumat (4/9) pagi sebesar 91,50 dollar per barel.

Dilansir Reuters, Pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada Sabtu (5/9), menurut Komando Pusat AS (U.S. Central Command), termasuk satu kapal yang berada di lepas pantai Pulau Kharg, dekat pusat ekspor minyak utama Iran.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan pada Sabtu (5/9) bahwa pihaknya menargetkan tiga kapal tanker minyak yang melintasi rute tidak resmi di Selat Hormuz, serta tiga kapal AS lainnya di wilayah berbeda. Serangan pada Sabtu tersebut merupakan “eskalasi besar dalam konflik maritim”, menurut perusahaan intelijen maritim Marisks.

“Kapal tanker komersial kini sengaja digunakan sebagai instrumen tekanan ekonomi timbal balik, sehingga secara signifikan mengaburkan perbedaan sebelumnya antara konfrontasi militer dan pelayaran komersial,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Rata-rata hanya 10 kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz setiap hari dalam 10 hari terakhir. Dan itu jadu jumlah terendah sejak Mei, berdasarkan data perusahaan analitik Kpler pada Senin.

Zona terbatas akan diumumkan di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang, kata Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pada Minggu, menurut media pemerintah Iran.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mempertahankan kebijakan produksi minyak untuk Oktober dalam pertemuan pada Minggu. Kelompok produsen tersebut mengatakan masih perlu menyepakati kuota baru sebelum menentukan langkah produksi berikutnya.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore