
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti. (ANTARA)
JawaPos.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai garis kemiskinan yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini terlalu rendah.
Penilaian tersebut muncul di tengah perbedaan mencolok angka kemiskinan yang menggunakan standar BPS dan Bank Dunia. BPS mencatat persentase penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang.
Sementara itu, dalam rilis terakhir Bank Dunia, sebanyak 64,2 persen penduduk Indonesia disebut berada di bawah garis kemiskinan.
"Ukuran garis kemiskinan BPS menurut saya terlalu rendah, seharusnya bisa dihitung dari rata rata pendapatan per kapita penduduk Indonesia," kata Esther kepada JawaPos.com, Sabtu (5/9).
Esther menjelaskan, BPS menggunakan garis kemiskinan nasional yang dihitung berdasarkan kebutuhan dasar masyarakat. Sementara Bank Dunia menggunakan standar Purchasing Power Parity (PPP) atau paritas daya beli untuk melakukan perbandingan kemiskinan antarnegara.
"Perbedaan utama antara garis kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia terletak pada tujuan, standar, dan metode pengukuran yang digunakan," ujarnya.
Dalam perhitungannya, garis kemiskinan BPS mencakup pengeluaran minimum untuk makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari, ditambah kebutuhan non-makanan seperti perumahan, pakaian, pendidikan, dan kesehatan.
Adapun Esther menyebut perbedaan ambang batas tersebut cukup besar. Garis kemiskinan BPS berada di kisaran Rp 669 ribu per bulan, sedangkan menurut standar Bank Dunia sekitar Rp 2,9 juta per bulan.
"Jadi jika melihat ukuran garis kemiskinan BPS sekitar Rp 669 ribu per bulan, sedangkan menurut world bank sekitar Rp 2,9 juta per bulan," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022