Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 September 2026 | 20.02 WIB

BPS Catat Inflasi Agustus 2026 Tumbuh 0,21 Persen, Daging Ayam jadi Penyebab Utama!

FLUKTUATIF: Pedagang cabai Pasar Keputran Muniah sedang menimbang cabai di lapaknya kemarin (31/10). Harga cabai rawit di pasar masih tinggi, berkisar Rp 65.000 per kilogram. - Image

FLUKTUATIF: Pedagang cabai Pasar Keputran Muniah sedang menimbang cabai di lapaknya kemarin (31/10). Harga cabai rawit di pasar masih tinggi, berkisar Rp 65.000 per kilogram.

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia tumbuh sebesar 0,21 persen secara bulanan atau month to month (mtom) karena terjadinya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan inflasi secara tahunan tercatat sebesar 3,19 persen year on year (yoy) dan inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) sebesar 1,86 persen.

Ateng menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan Agustus 2026 dengan andil inflasi 0,17 persen dan tingkat inflasi sebesar 0,57 persen.

“Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah adalah daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen serta cabai rawit, ikan segar, dan beras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen,” jelas Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9).

Ateng mengatakan, berdasarkan komponen, komponen bergejolak mengalami inflasi 0,88 persen dengan andil inflasi 0,15 persen, dan komponen inti mengalami inflasi 0,21 persen dengan andil inflasi 0,13 persen. Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami deflasi 0,33 persen dengan andil deflasi 0,07 persen.

Sedangkan jika dilihat berdasarkan wilayah, dari 38 provinsi, 27 provinsi mengalami inflasi dan 11 provinsi mengalami deflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dan Maluku dengan tingkat inflasi bulanan masing-masing sebesar 0,81 persen. Adapun deflasi terdalam terjadi di Papua Pegunungan sebesar 1,27 persen,” ujarnya.

Ateng mengatakan, inflasi pada Agustus 2026 secara tahunan didorong oleh tiga kelompok salah satunya, kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,86 persen dengan memberikan andil inflasi sebesar 1,13 persen.

Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok tersebut terutama daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin atau SKM, cabai rawit, daging sapi, sigaret kretek tangan atau SKT, sigaret putih mesin atau SPM, dan juga cabai merah.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore