Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2026 | 06.00 WIB

Perdagangan Timah di JFX Capai Rp 4,06 Triliun Sepanjang Agustus 2026

Ilustrasi timah. (TNI AL) - Image

Ilustrasi timah. (TNI AL)

JawaPos.com - Transaksi perdagangan timah melalui Jakarta Futures Exchange (JFX) mencatatkan kinerja positif sepanjang Agustus 2026. 

Volume perdagangan timah ekspor melalui JFX mencapai 4.210 lot dengan nilai transaksi sekitar Rp 4,06 triliun. Di mana, aktivitas tertinggi tercatat pada 23-29 Agustus dengan volume 1.405 lot senilai Rp 1,34 triliun.

Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya menilai perkembangan pasar timah menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki fondasi yang dapat dimanfaatkan dalam mempersiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Pemerintah menargetkan BMKS mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

"Sepanjang 2025, sekitar 99 persen transaksi timah nasional sudah dilakukan melalui JFX. Artinya, untuk timah kita sudah memiliki pasar yang berjalan, pelaku yang aktif, serta mekanisme perdagangan yang digunakan oleh industri. Fondasi seperti ini yang menurut kami dapat dimanfaatkan dan diperkuat untuk mempercepat kesiapan BMKS," ujar Kanca dalam keterangannya, Jumat (4/9).

Pada pekan terakhir Agustus, aktivitas perdagangan timah meningkat di tengah koreksi harga. Volume transaksi pada 23-29 Agustus mencapai 1.405 lot, naik 65,29 persen dibandingkan 850 lot pada pekan sebelumnya. Nilai transaksi meningkat 62,76 persen, dari Rp 824,35 miliar menjadi Rp1,34 triliun. 

Pada periode yang sama, harga rata-rata transaksi timah di JFX terkoreksi 1,54 persen, sejalan dengan harga rata-rata Tin Ingot di London Metal Exchange (LME) yang turun sekitar 1,20 persen dari USD 55.891 menjadi USD 55.223 per ton.

Bagi JFX, aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa sejumlah fungsi yang dibutuhkan dalam perdagangan komoditas strategis melalui bursa telah berjalan di Indonesia. 

Pada perdagangan timah, sistem perdagangan telah terhubung dengan proses kliring dan penyelesaian transaksi, pengawasan, serta pelaporan. Ekosistemnya juga telah mempertemukan produsen dan penjual Indonesia dengan pembeli domestik maupun internasional.

Menurut Kanca, keberadaan infrastruktur dan ekosistem JFX yang sudah berjalan bisa dimanfaatkan oleh BMKS, kemudian dilakukan penyesuaian dengan karakteristik komoditas yang akan diperdagangkan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore