
Laksamana Sukardi menjawab pertanyaan media setelah diperiksa oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri BUMN Era Presiden Megawati Soekarnoputri, Laksamana Sukardi, menyoroti target pemerintah tentang defisit 2,4 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Laksamana Sukardi menilai defisit 2,4 persen di APBN terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi tantangan tersendiri untuk dicapai. Walaupun keputusan itu memang patut diapresiasi.
Namun, kekuatan target itu tetap bergantung pada asumsi makro ekonomi yang digunakan pemerintah, terutama pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.
Menurut dia, APBN bukan sekadar kumpulan angka melainkan cerminan dari sikap pemerintah dalam melihat masa depan, menghadapi risiko, hingga menentukan pihak yang harus menanggung beban ketika uang negara terbatas.
“APBN adalah cermin sikap pemerintah, seberapa optimistis melihat masa depan, seberapa hati-hati menghadapi risiko, dan siapa yang akhirnya harus menanggung beban ketika uang negara terbatas,” ujar Sukardi, dikutip Minggu (23/8).
Diketahui, pemerintah dalam RAPBN 2027 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen; inflasi 2,5 persen; nilai tukar rata-rata Rp 17.500 per dolar AS; harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD 75 per barel; serta imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) bertenor 10 tahun sebesar 6,9 persen; dan defisit sebesar 2,4 persen terhadap PDB.
Dia mengingatkan, defisit dalam RAPBN 2027 tidaklah berdiri sendiri, melainkan beriringan dengan target pertumbuhan ekonomi 6 persen.
Bila pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari target, PDB sebagai pembagi dalam perhitungan defisit tidak akan tumbuh sebesar rencana. Maka, akan membuat penerimaan negara berpotensi mengalami tekanan.
“Defisit 2,4 persen terlihat meyakinkan, tetapi kekuatannya ikut bergantung pada tercapainya pertumbuhan yang diasumsikan. Karena itu anggaran negara seharusnya tidak hanya dinilai ketika semua asumsi berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022