
Diskusi Economic Frontline 2026 bertajuk The Impact of Growing State Capitalism Toward Fiscal Policy and Energy Transition, Rabu (29/7). (Istimewa)
JawaPos.com - Batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai perlu lebih fleksibel apabila Indonesia ingin memperkuat peran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu usulan yang muncul adalah memperlebar defisit hingga kisaran 6–7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pandangan tersebut disampaikan Senior Economist Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, dalam diskusi Economic Frontline 2026 bertajuk The Impact of Growing State Capitalism Toward Fiscal Policy and Energy Transition, Rabu (29/7).
Fakhrul mengatakan perdebatan mengenai siapa yang seharusnya menjadi motor utama perekonomian, negara atau sektor swasta, bukanlah isu baru. Menurutnya, perdebatan tersebut telah berlangsung selama ratusan tahun dan terus berubah mengikuti kondisi ekonomi dunia.
Ia menjelaskan, setelah Perang Dunia II hingga sekitar dekade 1980-an, banyak negara memberikan peran yang besar kepada pemerintah dalam menggerakkan perekonomian. Kondisi tersebut kemudian bergeser ketika kebijakan ekonomi berbasis pasar semakin dominan pada era Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.
Menurut Fakhrul, dominasi sektor swasta semakin menguat pada periode 1980-an hingga sekitar 2020. Salah satu pendorongnya adalah lahirnya Washington Consensus yang menekankan liberalisasi perdagangan, privatisasi, serta stabilitas ekonomi makro sebagai fondasi pembangunan.
Dalam konteks Indonesia, ia menilai peran negara ikut melemah setelah reformasi 1998. Karena itu, di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global saat ini, ia memandang sudah waktunya negara kembali mengambil peran yang lebih besar melalui pendekatan state capitalism.
"Sudah saatnya state capitalism muncul di Indonesia. Namun, yang menjadi konsennya, bagaimana agar negara meningkatkan kapasitasnya. Setuju jika defisit anggaran bisa sampai 6-7 persen dari Produk Domestik Bruto,” kata Fakhrul.
Meski demikian, usulan memperluas ruang defisit mendapat pandangan berbeda dari ekonom lainnya. Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, mengingatkan agar pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal.
Ia mengungkapkan kajian CELIOS pada 2024 terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyarankan agar program tersebut difokuskan kepada sekitar 50 persen anak-anak yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, langkah itu dapat membantu menjaga beban fiskal sehingga defisit anggaran tetap berada di bawah 3 persen terhadap PDB.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
