Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2026 | 14.48 WIB

Rupiah Terancam Anjlok Lagi Hari Ini, Lonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Biang Keroknya?

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Rabu (19/8), setelah sebelummya ditutup melemah 64 poin menjadi Rp 17.862 per dollar AS pada perdagangan Selasa (18/8).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri.

"Untuk perdagangan (19/8) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.860-Rp 17.920," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Rabu (19/8).

Ibrahim mengatakan, risiko inflasi akibat energi yang terus berlanjut membuat pasar belum sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga di akhir tahun ini.

“Para pelaku pasar kini menantikan risalah rapat FOMC bulan Juli yang akan dirilis hari Rabu untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed,” ujarnya.

Dari sisi internal kenaikan harga minyak mentah di atas USD 83 per barel turut menjadi sentimen negatif bagi rupiah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan devisa untuk membiayai impor energi.

Kebutuhan impor minyak mentah yang tinggi membuat pelaku usaha dan pemerintah harus melakukan pembayaran dalam denominasi dollar AS.

Lonjakan permintaan dollar AS untuk membeli minyak mentah di pasar global pada akhirnya dapat memperkuat posisi greenback sekaligus menekan nilai tukar rupiah.

Selain itu, Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai USD 453,4 miliar atau sekitar Rp 8.089,1 triliun atau tumbuh sebesar 4,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi ULN Indonesia pada Mei 2026 yang tercatat sebesar USD 444,4 miliar atau sekitar Rp 7.928,5 triliun.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore