
Program swasembada pangan pemerintah turut mendukung permintaan alat berat. (Istimewa)
JawaPos.com - Industri alat berat nasional masih menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah penyesuaian anggaran pemerintah. Permintaan alat berat tetap terjaga, terutama dari sektor pertanian, konstruksi, kehutanan, hingga pertambangan, seiring berjalannya berbagai program strategis pemerintah, termasuk swasembada pangan.
"Pada kuartal pertama kami berhasil melampaui target penjualan. Artinya, kondisi pasar masih membutuhkan alat berat untuk kontinuitas mendukung pembangunan di sektor konstruksi, kehutanan, perkebunan, maupun pertambangan," ujar Presiden Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk Dwi Swasono.
Menurut dia, mulai bergeliatnya kembali penjualan didorong peningkatan permintaan alat berat, khususnya untuk mesin berkapasitas besar. Dwi menuturkan, salah satu faktor yang menopang permintaan alat berat berasal dari program swasembada pangan yang tengah dijalankan pemerintah lewat kementan.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung yang membutuhkan penggunaan alat berat.
"Karena program swasembada pangan mencakup banyak kegiatan seperti cetak sawah, pengembangan tebu (sugarcane), hingga perkebunan sawit. Semua itu membutuhkan alat berat dalam jumlah besar," ujar Dwi.
Dia menjelaskan, pola investasi pelanggan sangat bergantung pada durasi proyek yang dikerjakan. Untuk proyek jangka panjang, kontraktor umumnya memilih membeli alat berat. Sebaliknya, proyek dengan masa pekerjaan yang lebih singkat cenderung menggunakan sistem sewa.
Dwi mengakui belanja pemerintah masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar alat berat. Dia mencontohkan pengurangan anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berdampak pada penurunan investasi pembelian alat berat dan mendorong sebagian kontraktor beralih ke skema penyewaan.
"Sangat bergantung pada anggaran pemerintah. Contohnya proyek IKN. Ketika anggarannya dikurangi, investasi pembelian alat berat juga ikut berkurang dan sebagian beralih ke sistem rental," ucap Dwi.
Meski demikian, menurut Dwi, sektor agro dan kehutanan tetap menjadi penopang utama permintaan. Perusahaan perkebunan masih aktif melakukan ekspansi, sementara pelaku usaha kehutanan mulai mengganti alat-alat yang telah beroperasi lebih dari lima tahun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022