
Round Table Discussion (RTD) Nagara Institute bersama Akbar Faizal Uncensored (AFU) bertema "Ratusan BUMN Ditutup Paksa, Pertaruhan Terakhir Penyelamatan Unit Bisnis Negara". (Istimewa)
JawaPos.com - Keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai perlu kembali difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki nilai strategis bagi negara. Adapun bisnis yang telah mampu dijalankan secara kompetitif oleh sektor swasta dinilai layak dievaluasi agar perusahaan pelat merah tidak lagi menjalankan terlalu banyak lini usaha di luar mandat utamanya.
Pandangan tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, dalam Round Table Discussion (RTD) Nagara Institute bersama Akbar Faizal Uncensored (AFU) bertema "Ratusan BUMN Ditutup Paksa, Pertaruhan Terakhir Penyelamatan Unit Bisnis Negara".
Menurut politikus yang akrab disapa Demer itu, sejak awal pembentukan BUMN selalu didasarkan pada kepentingan negara, baik untuk memenuhi kebutuhan strategis, menjalankan penugasan pemerintah, menggarap sektor yang membutuhkan investasi besar, maupun mendorong pembangunan di wilayah yang belum berkembang.
Prinsip tersebut, katanya, perlu menjadi dasar dalam proses penataan ulang BUMN yang kini dilakukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Ia menilai perkembangan BUMN selama bertahun-tahun membuat banyak anak usaha bermunculan dengan bidang usaha yang tidak selalu berkaitan dengan bisnis utama perusahaan induk. Akibatnya, sejumlah perusahaan negara kini memiliki portofolio usaha di sektor perhotelan, rumah sakit, transportasi, hingga berbagai bisnis pendukung lainnya.
Demer berpandangan konsolidasi keuangan yang dilakukan melalui Danantara akan mempermudah proses penyelamatan perusahaan negara yang mengalami penurunan kinerja. Dengan sistem yang terintegrasi, keputusan untuk memperbaiki perusahaan bermasalah maupun memperkuat investasi dinilai dapat dilakukan lebih cepat.
"Ketika ada entitas yang bleeding, maka bisa segera kita perbaiki, atau ada opportunity bagus segera kita tambahkan," ujarnya di Jakarta, dikutip Kamis (23/7).
Ia menambahkan, efisiensi pengelolaan BUMN akan lebih optimal apabila perusahaan negara kembali berkonsentrasi pada pelayanan publik dan sektor-sektor strategis. Sementara itu, bidang usaha yang telah berkembang secara sehat di tangan swasta sebaiknya diberikan ruang lebih luas untuk dikelola pelaku usaha.
"Cara kita dalam mengelola BUMN harus diperbaiki dan saya mendukung penuh upaya pemangkasan ini," paparnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
