
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan fenomena kekeringan musim kemarau tidak mengganggu ketahanan pangan nasional, Sidoarjo, Rabu (22/7). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada gula putih nasional dalam dua tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari peremajaan tanaman tebu, peningkatan produktivitas, modernisasi budidaya, hingga transformasi industri gula nasional dengan target produksi gula nasional menembus 3 juta ton pada 2029.
“Perintah Bapak Presiden jelas, swasembada gula putih paling lambat dua tahun. Karena itu tanaman ratoon yang sudah berumur 7 tahun, 12 tahun bahkan 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan,” kata Amran di Surabaya, Selasa (22/7).
Menurut Amran, pembongkaran tanaman ratoon yang sudah tidak produktif menjadi langkah strategis untuk mendongkrak hasil panen tebu nasional.
Kementan akan menanggung biaya peremajaan sehingga petani tidak terbebani dalam mengganti tanaman yang telah melewati usia produktif.
Ia menjelaskan, Kementan telah menyiapkan dukungan besar bagi petani tebu. Selain program bongkar ratoon, sektor perkebunan memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp9 triliun untuk penyediaan bibit unggul gratis, pengolahan lahan, hingga berbagai program peningkatan produktivitas.
“Mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa menambah bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor untuk petani plasma agar produktivitas semakin meningkat,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Kementan bersama SGN menyiapkan sejumlah program percepatan, antara lain pembongkaran ratoon pada sekitar 298 ribu hektare lahan tebu, pembangunan sistem irigasi pompa, modernisasi alat dan mesin pertanian, penyediaan pupuk, revitalisasi pabrik gula melalui elektrifikasi, penataan varietas dan pola tanam, serta penerapan teknologi peningkat rendemen.
Selain peningkatan produksi di tingkat kebun, tata kelola industri gula juga akan diperkuat dari hulu hingga hilir. Di antaranya melalui penguatan regulasi kemitraan antara petani dan pabrik gula, implementasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, serta optimalisasi pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung program transisi energi nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022