
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memulai aktivitasnya sejak pukul 06.00 WIB dengan terbang ke Jawa Timur untuk mengunjungi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Cabang Buncitan, Sidoarjo, Rabu (22/7). (Istimewa)
JawaPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memulai aktivitasnya sejak pukul 06.00 WIB dengan terbang ke Jawa Timur untuk mengunjungi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Cabang Buncitan, Sidoarjo, Rabu (22/7). Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran langsung membeli berbagai hasil inovasi karya anak bangsa, mulai dari benih jagung unggul senilai Rp10 miliar, traktor amfibi (traktor listrik), hingga alat panjat kelapa.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memprioritaskan penggunaan produk dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya sektor pertanian.
Mentan Amran mengatakan Indonesia harus memberi ruang sebesar-besarnya kepada inovasi yang lahir dari kampus agar tidak berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi benar-benar dimanfaatkan petani dan menjadi solusi peningkatan produksi pangan nasional.
“Hari ini, pagi hari ini kami bangga pada Pak Rektor ITS. Luar biasa, beliau kami lihat langsung karya anak bangsa. Ada benih unggul jagung produksinya 10 ton per hektare. Kemudian ada alat panjat kelapa. Kemudian ada traktor amfibi. Bisa di upland bekerja, juga bisa di rawa,” kata Mentan Amran.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Pertanian langsung melakukan transaksi pembelian benih jagung hibrida ITS untuk kebutuhan tanam seluas 13.000 hektare dengan nilai mencapai Rp10 miliar.
“Hari ini kita langsung beli jagung untuk 13.000 hektare, itu Rp 10 miliar. Nah ini kami bangga karena produktivitasnya di atas rata-rata nasional. Ini harus kita kawal bersama. Nanti ini bibit kita bagikan secara gratis kepada petani,” ujarnya.
Menurut Mentan Amran, apabila produktivitas jagung mampu didorong hingga rata-rata 10 ton per hektare melalui penggunaan benih unggul dan pendampingan teknologi, maka produksi nasional akan meningkat signifikan tanpa harus membuka lahan baru.
“Kalau itu terjadi, artinya apa? Meningkatkan produksi jagung nasional, tapi tidak menambah lahan. Ini yang kita butuhkan. Sama seperti padi sekarang ada produksi 10 sampai 12 ton. Nah ini kita kembangkan, metode maupun bibit. Atau benih, dua-duanya kita kembangkan,” katanya.
Selain benih jagung, Mentan Amran juga memutuskan membeli traktor amfibi yang mampu beroperasi di lahan kering maupun rawa, serta alat panjat kelapa yang sebelumnya telah dipesan Kementerian Pertanian.
Menurutnya, inovasi tersebut akan meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mengurangi risiko kecelakaan saat memanen kelapa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
