Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 02.00 WIB

Mentan Optimistis Kekeringan Tak Ganggu Ketahanan Pangan: Kita Punya Stok Beras 5,2 Juta Ton

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan fenomena kekeringan musim kemarau tidak mengganggu ketahanan pangan nasional, Sidoarjo, Rabu (22/7). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan fenomena kekeringan musim kemarau tidak mengganggu ketahanan pangan nasional, Sidoarjo, Rabu (22/7). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman memastikan fenomena kekeringan pada musim kemarau 2026 tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional.

Ia menyebut Indonesia memiliki stok swasembada beras di gudang yang melimpah, yakni 5,2 juta ton. Menurut Amran, jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak Indonesia merdeka.

“Dulu saat terjadi El Nino, kita ada stok beras nasional sekitar 1,5 juta ton. Sekarang (stok beras) ada sekitar 5,2 juta ton, kuat banget, kan," tutur Amran setelah menghadiri acara di kampus ITS Cabang Buncitan, Sidoarjo, Rabu (22/7).

Sebagai informasi, kekeringan pada musim kemarau berdampak ke berbagai sektor, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih dan produktivitas petani, hingga meningkatnya risiko gagal panen di sejumlah daerah.

Di Jawa Timur saja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memetakan ada 14 kabupaten yang berstatus darurat kekeringan. Dari jumlah tersebut, 11 daerah siaga darurat dan 3 daerah tanggap darurat.

Belasan kabupaten darurat kekeringan di Jatim, meliputi Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Sampang, Mojokerto, dan Situbondo.

Meski demikian, Mentan Amran meminta masyarakat untuk tidak panik dan khawatir. Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan dan melindungi produksi pertanian. 

Upaya tersebut meliputi penyediaan irigasi seluas 900 ribu hingga 1 juta hektare lahan, penggunaan benih tahan kekeringan, pompanisasi, pembangunan sumur dalam, dan perbaikan jaringan irigasi.

“Jadi kita tidak perlu khawatir karena kapasitas yang diperlukan selama musim kemarau biasanya sekitar Rp 3 juta ton, sedangkan sekarang kita ada stok Rp 5,2 juta ton, masih lebih Rp 2 juta ton,” ucap Mentan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore