Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 04.00 WIB

Prabowo Ungkap Cara Kopdes Merah Putih Hapus Rentenir dan Pangkas Rantai Pasok

Ilustrasi koperasi desa merah putih (KDMP). (Dokumentasi Jawa Pos) - Image

Ilustrasi koperasi desa merah putih (KDMP). (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto menjelaskan salah satu tujuan utama pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah untuk menghilangkan praktik rentenir yang selama ini membebani petani.

Menurutnya, koperasi juga akan memangkas rantai pasok perdagangan bahan pokok yang dinilai membuat petani dan konsumen tidak memperoleh manfaat optimal.

Dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7), Prabowo menyebut, pemerintah untuk pertama kalinya akan memiliki kendali rantai pasok hingga tingkat desa lewat Kopdes Merah Putih. Nantinya, pemerintah dapat memantau ketersediaan barang dan lebih cepat mengendalikan inflasi.

“Saudara-saudara, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain dari pusat sampai ke desa,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, keberadaan rantai pasok yang terintegrasi akan mengurangi potensi kelangkaan barang akibat penimbunan maupun distribusi yang tidak merata. Terlebih pada momentum hari raya.

“Tidak bisa nanti ada barang langka, tidak bisa nanti ada menimbun barang di saat kritis mau Idul Fitri barang langka, mau tahun baru barang langka, tidak bisa karena kita akan mengerti di mana langka, di mana lebih,” ujarnya.

Prabowo menuturkan, tujuan awal pembentukan Kopdes Merah Putih adalah memberantas praktik rentenir yang selama ini menjadi beban petani.

“Rentenir itu hidupnya adalah dengan mengisap darahnya petani kita. Dengan bunga 1 persen sehari tidak mungkin petani produsen kita bangkit,” tegasnya.

Dalam perkembangannya, pemerintah menemukan bahwa pembenahan rantai pasok melalui koperasi berpotensi menghasilkan efisiensi ekonomi yang besar.

Berdasarkan hasil riset yang disampaikan Menteri Pertanian, lanjut Prabowo, rantai distribusi bahan pokok saat ini melibatkan banyak perantara, mulai dari pedagang pengumpul, distributor, subdistributor, pedagang grosir, hingga pedagang ritel sebelum sampai ke konsumen.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore