Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 September 2026 | 20.07 WIB

NTP Naik jadi 1,05 Persen pada Agustus 2026, Komoditas Ini jadi Penopangnya!

Petani membawa hasil panen padi yang gagal di Desa Weninggalih, Jonggol, Bogor, Minggu (05/07/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Petani membawa hasil panen padi yang gagal di Desa Weninggalih, Jonggol, Bogor, Minggu (05/07/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) pada Agustus 2026 naik sebesar 1,05 persen jika dibandingkan dengan Juli 2026 atau month to month (mtm).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,14 persen lebih tinggi kenaikanya dibandingkan indeks harga yang dibayar petani 0,09 persen.

“Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani secara nasional yaitu gabah, kelapa sawit, karet, dan juga ayam ras pedaging,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9).

Ateng mengatakan, subsektor yang mengalami penurunan NTP yaitu hortikultura sebesar 2,84 persen. Hal tersebut ternadi karena indeks harga yang diterima turun sebesar 2,81 persen sedangkan indeks harga yang dibayar mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen.

Adapun, komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan indeks harga yang diterima yaitu bawang merah, tomat, dan juga kol kubis.

“Selain holtikultura, seluruh sektor mengalami kenaikan,” ujarnya.

Ateng melanjutkan, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran juga mengalami kenaikan pada Agustus 2026. Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan secara total naik 1,32 persen mtm dan meningkat 5,52 persen secara yoy.

Jika dirinci berdasarkan kualitas, harga beras premium di tingkat penggilingan naik 1,22 persen secara mtm dan 10,07 persen secara yoy. Sementara itu, harga beras medium naik 1,48 persen secara mtm dan 4,03 persen secara yoy.

“Jadi, secara year-on-year, untuk beras premium kenaikannya lebih tinggi dibandingkan dengan beras medium,” ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore