
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti. (ANTARA)
JawaPos.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai pemerintah atau DPR RI harus mendengarkan masukan investor dalam pembentukan Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (RUU PFII).
Sebagaimana diketahui, RUU PFII yang merupakan turunan dari UU No 4 tahun 2026 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Esther mengatakan, dengan mendengarkan masukan oleh beberapa pihak guna memberikan kepastian hukum yang jelas. Menurutnya, investor akan datang jika perijinan mudah, regulasi jelas dan tidak berubah, infrastruktur yang mapan atau well established, dan pasar menjanjikan.
“Tentunya desain insentif yg dibutuhkan harus customize sesuai kebutuhan investor. Artinya policy makers harus mendengar kemauan mereka. Dan melakukan negosiasi apakah bisa diwujudkan atau tidak,” ujar Esther kepada JawaPos.com, Senin (13/7).
Selain itu, untuk mengejar target yang ditetapkan atas pembentukan RUU PFII pemerintah harus melibatkan Kementerian terkait seperti kementerian investasi, kedutaan Indonesia, dan swasta. Hal tersebut dibutuhkan untuk mengidentifikasi investor yang bisa ditargetkan untuk masuk ke Indonesia.
Esther mengatakan, RUU PFII Masih dalam tahap penyusunan dan sangat bergantung pada kepercayaan investor terhadap kepastian hukum jangka panjang.
“Aturan teknis yang jelas sangat dibutuhkan agar tidak sekadar menjadi kawasan insentif pajak semata,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk bisa sukses melaksanakan penarikan investor dari luar negeri, Pemerintah harus belajar dari negara yang telah sukses melaksanakan hal serupa seperti Singapura dan Hongkong.
“Mereka memiliki rekam jejak yang sudah teruji selama puluhan tahun sebagai financial hub di Asia,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022