Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2026 | 06.57 WIB

Rasio Wirausaha Rendah, DSC Ganti Format dan Beri Hibah Rp 2,5 Miliar

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman di jumpa pers DSC pada Kamis (9/7). (Rian/JawaPos.com) - Image

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman di jumpa pers DSC pada Kamis (9/7). (Rian/JawaPos.com)

JawaPos.com - Indonesia masih menghadapi tantangan untuk memperbanyak jumlah wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang terus berlanjut, rasio wirausaha Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan di balik transformasi Diplomat Success Challenge (DSC) pada penyelenggaraan tahun ke-17. Program yang sebelumnya dikenal sebagai kompetisi bisnis kini berubah menjadi ekosistem kewirausahaan bernama Founders' Arena, dengan fokus memperluas kolaborasi dan membuka peluang yang lebih inklusif bagi para pendiri usaha.

Transformasi tersebut diumumkan dalam acara Kick-off & Press Conference di Jakarta. Bersamaan dengan itu, penyelenggara kembali membuka pendaftaran DSC Season 17 dengan menyediakan total dana hibah senilai Rp 2,5 miliar bagi para entrepreneur Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026. Namun, pertumbuhan tersebut belum diikuti peningkatan jumlah wirausaha mapan secara signifikan.

Hingga Februari 2026, rasio wirausaha Indonesia tercatat 3,43 persen dari total angkatan kerja. Angka ini masih berada di bawah Malaysia yang mencapai 4,74 persen, Thailand 4 persen, dan Singapura 8,76 persen.

Di sisi lain, sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja memasuki pasar tenaga kerja setiap tahun. Sementara itu, sekitar 65,5 juta pelaku UMKM telah menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional dan menyumbang sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kondisi tersebut membuat lahirnya lebih banyak entrepreneur dinilai menjadi kebutuhan strategis bagi perekonomian Indonesia.

Presiden Direktur PT Wismilak Inti Makmur, Ronald Walla, mengatakan kebutuhan terhadap founder baru menjadi alasan utama perubahan konsep DSC.

"Indonesia membutuhkan lebih banyak founder yang mampu menciptakan solusi dan lapangan kerja. Karena itu, setelah 17 tahun, DSC berevolusi menjadi Founders' Arena, sebuah ekosistem yang lebih terbuka, inklusif, dan tetap berlandaskan prinsip 3P: Paham, Piawai, dan Persona," ujar Ronald di jumpa pers di Jakarta, Kamis (9/7).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore