Menteri UMKM Maman Abdurrahman. (JawaPos.com)
JawaPos.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Cara ini dilakukan guna memperkuat daya saing UMKM.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, teknologi AI saat ini sudah menjadi kebutuhan. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu melakukan transformasi digital.
“Saya sangat meyakini produktivitas UMKM di Tanah Air akan meningkat ketika mereka sudah memanfaatkan AI dalam berbagai aktivitas usahanya. AI tidak lagi menjadi teknologi masa depan, tetapi telah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing,” ujar Maman, Kamis (9/7).
Dia menuturkan, tingkat adopsi AI di Indonesia sudah mencapai 92 persen. Namun, tingkat pemanfaatan AI oleh pelaku UMKM masih rendah. 90 persen pengusaha belum mampu mengoptimalkan teknologi baru ini.
Pemerintah perlu melakukan intervensi untuk menekan kesenjangan tersebut. Kolaborasi dengan komunitas digital dijalin untuk memberikan pembinaan dan pelayanan.
“Hampir tidak mungkin kita mengurusi puluhan juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Tanah Air dengan pola dan metode konvensional. Kita harus hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi,” imbuhnya.
Maman menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penguatan narasi besar mengenai keadilan ekonomi dan keadilan sosial agar kesenjangan antara pengusaha besar dan pengusaha kecil dapat terus dipangkas.
“Kita berharap pada era kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo ini, UMKM bisa semakin dirapikan agar semakin banyak yang naik kelas dan tumbuh menjadi pengusaha-pengusaha besar. Tentunya, ini akan ikut mendorong penyelesaian berbagai persoalan sosial di daerah,” jelasnya.
Untuk menjawab tantangan literasi, akses teknologi, dan kesiapan sumber daya manusia, Menteri Maman juga memperkenalkan platform SAPA UMKM. Sistem tersebut akan berfungsi sebagai basis data tunggal sekaligus superapp pelayanan publik terpadu bagi pengusaha UMKM.
Melalui SAPA UMKM, berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari PRO-KESRA, Holding UMKM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kredit Usaha Rakyat (KUR), kemitraan, hilirisasi, dan formalisasi usaha, hingga akses pendidikan, pembiayaan, pelatihan, serta pemasaran akan diintegrasikan dalam satu ekosistem pelayanan.