
Ilustrasi ekosistem digital. (Freepik)
JawaPos.com - Layanan keuangan digital kini semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Survei Internet Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026 menunjukkan masyarakat memanfaatkan layanan pinjaman digital bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, berbelanja secara cicilan tanpa kartu kredit, serta karena proses pengajuannya yang mudah dan cepat.
Perubahan perilaku ini mendorong ekspektasi masyarakat terhadap layanan pembiayaan yang dapat diakses secara praktis melalui aplikasi yang telah mereka gunakan setiap hari.
"Cara masyarakat mengakses layanan keuangan terus berubah. Mereka tidak lagi hanya mencari produk yang bermanfaat dan terpercaya, tetapi juga pengalaman yang sederhana dan mudah dijangkau melalui platform yang telah menjadi bagian dari keseharian mereka," kata Direktur Bisnis Superbank, Sukiwan di Jakarta, Kamis (9/7).
Menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah platform berkolaborasi membentuk ekosistem pinjaman yang mudah dan terintegrasi sesuai kebutuhan.
Salah satunya Superbank dan OVO yang memperluas kolaborasi ekosistem dengan menghadirkan Pinjaman Atur Sendiri (PAS), produk pinjaman digital tanpa agunan dari Superbank yang memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam menentukan jumlah pinjaman, tenor, dan tanggal jatuh tempo sesuai kebutuhan.
Kini, PAS dapat diakses dan diajukan langsung melalui menu 'Pinjaman' di halaman utama aplikasi OVO, sehingga pengguna dapat memperoleh akses pembiayaan secara mudah, cepat dan nyaman.
Kolaborasi ini merupakan langkah lanjutan setelah keberhasilan peluncuran OVO Nabung by Superbank, yang telah digunakan oleh lebih dari 2,3 juta pengguna hingga Mei 2026. Kini, keduanya memperluas kolaborasi ke layanan pembiayaan digital sehingga pengguna dapat menikmati layanan transaksi, tabungan hingga pembiayaan dalam satu ekosistem.
Strategi integrasi ekosistem tersebut juga terus menunjukkan hasil yang positif. Hingga Mei 2026, penyaluran kredit Superbank tumbuh lebih dari 59 persen secara tahunan (YoY), didorong oleh semakin eratnya integrasi dengan ekosistem Grab dan OVO.
Saat ini, lebih dari 60 persen nasabah Superbank juga merupakan pengguna Grab dan OVO, mencerminkan semakin tingginya adopsi layanan keuangan yang terhubung dengan platform digital yang telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.
"Kami melihat pengguna semakin menginginkan pengalaman keuangan digital yang lebih praktis dalam satu aplikasi," kata Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, OVO, Asep Haekal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022