Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Juli 2026 | 19.29 WIB

Edukasi Blockchain dan Web3, Mahasiswa Diingatkan Investasi Jangan Mengikuti Tren

Ilustrasi Blockchain. (ENISA EU).

 

JawaPos.com - Pemerataan edukasi terkait perkembangan teknologi blockchain dan Web3. Langkah ini penting untuk memperkuat ekonomi digital Indonesia. Sehingga, masyarakat memiliki pahaman bahwa investasi tidak boleh semata mengikuti tren.
 
Pengembangan talenta digital tidak hanya dibutuhkan industri, tetapi juga menjadi investasi penting dalam mempersiapkan daya saing Indonesia. Bangsa ini dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi digital.
 
Sebagai upaya pemerataan edukasi, Upbit Indonesia bersama dengan BlockDevId menyelenggarakan Seminar Literasi Keuangan dan Teknologi Blockchain serta Workshop Pengembangan Smart Contract di Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon. Kegiatan ini turut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku.
 
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady membuka langsung acara yang dihadiri 120 mahaiswa ini. Dia menekankan pentingnya perlindungan konsumen dalam ekosistem aset keuangan digital.
 
 
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekonomi digital di kawasan. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh talenta yang memahami teknologi blockchain dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri. Karena itu, kami percaya bahwa edukasi harus dapat diakses secara lebih merata, termasuk oleh mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia," kata CEO Upbit Indonesia Resna Raniadi, Sabtu (4/7).
 
Dia menegaskan bahwa investasi memiliki risiko. Oleh karena itu, mahasiswa harus memahami mekanisme investasi yang benar.
 
"Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami bahwa aset kripto merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki peluang sekaligus risiko. Keputusan investasi yang baik selalu dimulai dari pemahaman yang cukup, bukan sekadar mengikuti tren atau informasi yang sedang viral," imbuhnya.
 
Menurutnya, masih banyak anggapan bahwa industri blockchain hanya membutuhkan pengembang (developer). Padahal, seiring semakin matangnya ekosistem aset digital, kebutuhan talenta juga semakin beragam, mulai dari compliance, manajemen risiko, keamanan siber, analis bisnis, pemasaran digital, hingga pengembangan komunitas.
 
Dalam kesempatan ini, peserta memperoleh pengalaman praktik secara langsung, mulai dari memahami konsep blockchain, membuat Web3 wallet, hingga mengembangkan aplikasi sederhana berbasis smart contract menggunakan Solidity. 
 
Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus memperkenalkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri blockchain saat ini.
 
"Kami percaya bahwa pertumbuhan industri yang sehat harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, Upbit Indonesia akan terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan edukasi yang lebih inklusif, sehingga semakin banyak talenta muda Indonesia yang siap mengambil peran dalam membangun ekosistem blockchain yang inovatif dan bertanggung jawab," tutupnya.
 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore