Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 03.20 WIB

Vietnam Resmi Masuk Kelompok Negara Berpendapatan Menengah Atas, Ekonom Beberkan yang Perlu Indonesia Tiru

Salah satu objek wisata unggulan di Da Nang, Vietnam. (Istimewa) - Image

Salah satu objek wisata unggulan di Da Nang, Vietnam. (Istimewa)

JawaPos.com - Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Didik J. Rachbini, mengatakan bahwa keberhasilan Vietnam naik status menjadi negara berpendapatan menengah atas dinilai menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi industri.

Ia menilai bahwa di tengah pelemahan sektor manufaktur yang tercermin dari turunnya Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia ke level 46,9 pada Juni 2026, pemerintah dinilai perlu kembali fokus membangun industri berorientasi ekspor dan investasi berkualitas.

Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini dapat dipotret dari penurunan PMI manufaktur yang telah berada di bawah level 50 atau memasuki zona kontraksi.

"Keseluruhan keadaan ekonomi Indonesia bisa diprediksi atau bahkan dipotret dari satu indikator saja, yakni data PMI yang menurun bahkan nyungsep. Angka PMI ini merupakan indikasi sektor industri kita sakit lama dan sekarang masuk zona bahaya merah pada level indeks di bawah 50 persen," ujar Didik dalam keterangan yang diterima, Senin (6/7).

Didik mengatakan, data PMI yang dirilis S&P Global sebesar 46,9 pada Juni 2026 menunjukkan pelemahan sektor industri yang berlangsung cukup lama. Meski ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5,61 persen pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan tersebut dinilai belum ditopang oleh sektor industri yang kuat.

Sebaliknya, Vietnam justru mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen yang didorong oleh pengembangan sektor industri secara konsisten selama dua hingga tiga dekade terakhir.

Hasilnya, pada Juli 2026 Bank Dunia menetapkan Vietnam sebagai negara berpendapatan menengah atas atau upper-middle-income country. Status tersebut diraih setelah pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) per kapita Vietnam mencapai sekitar USD 4.970 atau melampaui ambang batas USD 4.636.

Menurutnya, keberhasilan Vietnam terjadi karena menerapkan kebijakan yang ramah terhadap investasi sekaligus membangun basis industri nasional secara berkelanjutan.

"Kebijakan seperti inilah yang dijalankan oleh Vietnam sehingga sekarang sudah melompat menjadi negara industri berpendapatan menengah atas," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore