Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 13.59 WIB

Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Kembali Melemah pada 1 Juli, Imbas Konflik Geopolitik

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS (USD) berpotensi kembali melemah pada perdagangan Rabu (1/7), usai ditutup menguat 55 poin menjadi Rp 17.906 per USD pada perdagangan Selasa (30/6).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen negatif dari luar negeri. Khususnya pembicaraan perdamaian perang antara Amerika Serikat dan Iran.

"Untuk perdagangan (1/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.900-Rp 17.950," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima Rabu (1/7).

Ibrahim mengatakan, para ahli Iran dan Oman akan memulai pembicaraan tentang pendefinisian ulang jalur transit melalui Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.

Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan negaranya akan mencoba untuk menghalangi kapal di luar jalur yang telah ditentukan.

“Pasar mengamati hasil potensi pembicaraan AS-Iran di Doha di tengah serangan rudal akhir pekan dari kedua belah pihak yang menguji gencatan senjata,” ujarnya.

Selain itu, pasar juga tengah menunggu data neraca perdagangan di bulan Mei, di mana sebelumnya pada April lalu defisit transaksi berjalan dan anggaran yang melebar.

Surplus perdagangan yang menyusut dinilai akan memberikan tekanan terhadap defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada tahun ini.

“Kondisi tersebut berpotensi memperlemah ketahanan eksternal dan meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah jika tidak diimbangi oleh masuknya aliran modal asing,” ucapnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore