
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif dalam konferensi pers Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juni 2026, di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (30/6). (Djati Waluyo/ Jawapos.com)
JawaPos.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juni sebesar 52,90 atau melambat sebesar 0,66 poin jika dibandingkan dengan capaian Mei sebesar 53,56.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan meski nilai IKI Juni 2026 melambat kondisi industri nasional masih berada pada fase ekspansif dan masih meningkat sebesar 1,06 poin jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebesar 51,84.
“IKI pada bulan Juni 2026 adalah sebesar 52,90, masih ekspansi di atas 50 meski melambat 0,66 poin dibandingkan dengan bulan Mei 2026 yang sebesar 53,56,” ujar Febri dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (30/6).
Ia menjelaskan, pada IKI juni variable pesanan baru mengalami perlambatan sebesar 0,12 poin menjadi 53,35, sedangkan variable produksi mengalami ekspansi pada angka 54,28.
Febri mengatakan, industri dalam negeri menghadapi tantangan lebih berat bulan sebelumnya. Pada bulan Mei 2026 tantangan hanya berasal dari sisi produksi, maka pada Juni pelaku industri menghadapi tantangan dari dua sisi sekaligus, produksi dan permintaan.
"Tantangan tidak hanya berasal dari sisi produksi, tetapi juga mulai muncul dari sisi permintaan. Meski demikian, sektor industri tetap menunjukkan resiliensi yang kuat sehingga aktivitas manufaktur nasional masih tetap berada pada fase ekspansi pada bulan Juni 2026 ini," ujarnya.
Febri mengatakan dari sisi produksi, industri dalam negeri masih dibayangi kenaikan harga bahan baku impor sebagai dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang memicu peningkatan harga energi dunia.
Di saat bersamaan, pelemahan nilai tukar rupiah turut meningkatkan biaya pengadaan bahan baku impor sehingga menambah beban biaya produksi industri.
Selain itu, pada Juni 2026, sejumlah sebagian industri dan kawasan industri juga menghadapi gangguan berupa pemadaman listrik yang menghambat proses produksi, terutama bagi industri yang operasional sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik.
"Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah industri dan kawasan industri menyebabkan sebagian perusahaan harus menghentikan proses produksinya selama gangguan berlangsung. Kondisi tersebut tentu memengaruhi efisiensi operasional industri," ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
