
INDEKS TERKEREK: Cahya Dewi A, Teller BCA, menghitung uang dolar Amerika Serikat (USD). Saat ini USD makin menunjukkan performa bagus setelah terjadi kenaikan suku bunga acuan AS. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), menilai upaya Bank Indonesia (BI) dengan menaikan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,50 persen hanya solusi sementara.
Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, mengatakan kebijakan BI dengan menyesuaikan suku bunga acuan memang sudah seharusnya dilakukan guna menahan aliran modal asing keluar dari Indonesia.
Pasalnya, jika aliran modal besar masuk ke Indonesia dan devisa negara banyak maka nilai rupiah tidak terdepresiasi.
“Namun ini hanya solusi sementara (jangka pendek), tidak boleh dilakukan terus menerus karena cost of fund tinggi,” ujar Esther kepada JawaPos.com, Rabu (10/6).
Menurutnya, jika kebijakan tersebut dilakukan secara terus menerus akan berpotensi menekan masyarakat kelas menengah khususnya yang mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) tanpa fixed suku bunga.
Pasalnya, dengan naiknya suku bunga maka secara otomatis akan mengerek suku bunga pinjaman di industri perbankan nasional.
“Kalo KPR dari bank, biasanya ada bunga fixed untuk 1-5 tahun sehingga aman. Tetapi kalo tidak ada fixed suku bunga maka akan berdampak pada beratnya cicilan kredit,” ucapnya.
Esther melanjutkan, pemerintah maupun BI perlu melalukan beberapa kebijakan lainya guna menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah kepastian hukum untuk berbisnis di Indonesia dan prospek ekonomi pasar baik.
Selain itu, juga diperlukan adanya ketersediaan bahan baku, ekosistem yang mendukung, integrasi rantai pasok global, ketersediaan infrastruktur energi, listrik, yang baik, dan harmonisasi peraturan antar instansi baik pusat maupun daerah.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022