
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi bergerak melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.749 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.744 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai pelemahan rupiah seiring ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat yang diperkirakan bertahan lebih lama.
“Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan masih berada dalam tekanan di kisaran Rp17.750 - Rp17.800 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi kuatnya dolar AS global seiring ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat yang diperkirakan bertahan lebih lama,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Penguatan dolar AS tercermin dari indeks dolar AS (DZY) yang bergerak naik ke 99,10. Sentimen tersebut dipicu peningkatan ketidakpastian geopolitik perihal konflik dan negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran.
Selain itu, lanjut dia, pasar masih melihat peluang Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi karena tekanan inflasi AS belum sepenuhnya mereda.
Tensi geopolitik di Timur Tengah yang meningkat juga membuat investor cenderung mengurangi aset berisiko dan beralih ke dolar AS sebagai aset aman.
“Kenaikan yield obligasi pemerintah AS serta tingginya volatilitas pasar global turut memberikan tekanan terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah,” ujar Amru.
Melihat dari sentimen domestik, tekanan terhadap rupiah berasal dari melemahnya ketahanan sektor eksternal Indonesia yang tercermin dari defisit transaksi berjalan yang melebar menjadi 4,01 miliar dolar AS pada kuartal I-2026, dibandingkan 0,15 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pelebaran defisit tersebut terjadi seiring menyusutnya surplus perdagangan Indonesia menjadi 7,98 miliar dolar AS dari sebelumnya 13,07 miliar dolar AS, di tengah perlambatan ekonomi global serta tingginya kebutuhan impor energi dan barang modal yang mendorong peningkatan permintaan dolar AS di pasar domestik,” ungkap dia.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
