
Awak mediaa berada di depan layar yang menampilkan IHSG di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, berpotensi bergerak volatil dipicu oleh kombinasi sentimen dari domestik dan global.
IHSG dibuka melemah 29,31 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.065,63. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,42 poin atau 0,39 persen ke posisi 613,98.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan volatil,” ujar analis pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor Hendra Wardana saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Jumat.
Hendra menjelaskan, sentimen pasar masih akan dipengaruhi oleh pergerakan kurs rupiah, arus dana asing, perkembangan konflik geopolitik Amerika Serikat (AS) dengan Iran, serta respons pasar terhadap kebijakan ekonomi domestik.
“Jika rupiah kembali melemah dan tekanan jual asing berlanjut, maka IHSG berpotensi kembali menguji area support 6.000,” ujar Hendra.
Di sisi lain, Ia melanjutkan, setelah koreksi yang sangat dalam dalam beberapa hari terakhir, peluang technical rebound jangka pendek juga mulai terbuka terutama apabila muncul bargain hunting pada saham-saham big caps yang sudah mengalami oversold.
Baca Juga:IHSG Diyakini Bakal Rebound, Pandu Sjahrir Sebut Investor Hanya Perlu Kepastian Soal BUMN Ekspor
“Pasar juga akan mencermati stabilitas harga minyak dunia serta arah yield obligasi AS yang masih menjadi indikator penting bagi aliran dana global ke emerging market,” ujar Hendra.
Dalam jangka pendek, Hendra menjelaskan pelaku pasar sebaiknya mulai fokus terhadap saham-saham defensif dan emiten dengan fundamental kuat yang relatif tahan terhadap tekanan eksternal
Secara teknikal, Hendra menjelaskan bahwa posisi IHSG saat ini masih berada dalam tren bearish kuat dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang solid. Penurunan tajam hingga menembus area support penting 6.200 dan 6.100 menunjukkan dominasi tekanan jual masih sangat tinggi.
“Saat ini area 6.000 menjadi support psikologis yang sangat krusial. Jika level tersebut ditembus, maka IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 5.880–5.900 sebagai support berikutnya,” ujar Hendra.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sadisnya Dwi Bagus Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar dan Digiling
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Prediksi Skor Persib Bandung vs Melbourne Victory: Maung Bandung Menang di Si Jalak Harupat
Fariz Julinar Angkat Bicara Usai PSIS Semarang Raih Hasil Kurang Memuaskan Sepanjang Oktober
Prediksi Skor Parma vs Udinese: I Gialloblù Bidik Kemenangan demi Keluar Zona Degradasi
Prediksi Skor Daejeon Citizen vs Vissel Kobe di ACL Elite: Siapa yang Mampu Meraih Kemenangan
Fakta Sebenarnya A Day In My Life Kakak vs Adik yang Ramai di Media Sosial
Setelah Inggris, Jepang Minta Warga Siapkan Stok Kebutuhan Darurat hingga 7 Hari
Prediksi Skor Torino vs Como di Liga Italia: I Lariani Curi Kemenangan Tandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022