
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pemerintah mengumumkan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor komoditas strategis.
Menurutnya, penurunan pasar terjadi karena pelaku pasar belum memahami dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut. Ia meyakini pasar akan berbalik positif setelah memahami manfaat kebijakan tersebut terhadap kinerja perusahaan.
“Mungkin mereka (investor) belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut jual dulu. Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harganya akan naik,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5).
Ia menjelaskan, keberadaan badan ekspor baru itu nantinya dapat menutup celah praktik under-invoicing dalam aktivitas ekspor komoditas. Selama ini, menurutnya, sebagian keuntungan perusahaan berpotensi tidak tercermin penuh dalam laporan keuangan emiten di dalam negeri.
“Karena gini, nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu. Jadi tadi yang biasa jadi uang mainnya oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan. Sekarang bisa harusnya terrefleksi langsung di penjualan mereka yang murni,” ungkapnya.
Lebih lanjut Purbaya menilai, apabila seluruh transaksi dan nilai penjualan tercatat lebih transparan, maka keuntungan perusahaan akan meningkat secara resmi dan berdampak terhadap valuasi emiten di pasar modal.
“Jadi perusahaannya juga akan untung. Jadi harusnya bisa double untungnya yang listed di bursa yang dilaporkan ya,” lanjutnya.
Ia pun memastikan bahwa langkah pemerintah dalam membentuk BUMN ekspor justru akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham dalam jangka menengah hingga panjang. Sebab, perbaikan tata kelola ekspor dinilai mampu meningkatkan kredibilitas dan profitabilitas perusahaan-perusahaan terbuka di sektor sumber daya alam.
“Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan yang listed di bursa. Pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan,” tandasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data RTI Business. IHSG melemah 2,25 persen ke level 6.227,41 pukul 11.19 WIB pada Rabu (20/5) saat Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan BUMN ekspor bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Indeks saham berbalik arah setelah menguat lebih dari 1 persen ke level 6.459,55 sebelum pidato disampaikan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
