
Awak mediaa berada di depan layar yang menampilkan IHSG di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis berpotensi bergerak volatil didorong oleh sentimen dari domestik dan global.
IHSG dibuka menguat 47,99 poin atau 0,76 persen ke posisi 6.366,49. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,28 poin atau 0,68 persen ke posisi 634,96.
“IHSG diperkirakan masih bergerak volatil dalam jangka pendek,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari dalam negeri, pada perdagangan kemarin, IHSG sempat rebound menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR, namun, sentimen berbalik negatif menyusul pernyataan pemerintah terkait rencana tata kelola ekspor satu pintu untuk komoditas strategis melalui BUMN ekspor.
Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap potensi intervensi pemerintah, perubahan mekanisme perdagangan, serta risiko penurunan fleksibilitas pelaku usaha, terutama pada sektor batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO).
Dari sisi makro, Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) secara mengejutkan menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen, sebagai langkah stabilisasi rupiah di tengah tekanan eksternal dan meningkatnya volatilitas global akibat tensi geopolitik Timur Tengah.
Kebijakan tersebut berhasil mendorong penguatan nilai tukar Rupiah, namun, kenaikan suku bunga turut meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik dan cost of funding korporasi.
Baca Juga:IHSG Selasa Berakhir di 6.370,68, Rumor Badan Khusus Ekspor Komoditas Strategis jadi Concern
Dari mancanegara, penurunan harga minyak lebih dari 5 persen terjadi setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemajuan negosiasi AS dengan Iran, sehingga memicu harapan meredanya risiko geopolitik Timur Tengah dan berpotensi menurunkan tekanan inflasi global.
Kondisi tersebut mendorong yield Treasury AS tenor 10 tahun turun lebih dari 9 bps, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi multi-tahun akibat kekhawatiran inflasi dan potensi kebijakan moneter The Fed yang lebih hawkish.
Meski sentimen pasar saham AS membaik, risalah rapat The Fed tetap menunjukkan nada hawkish, yang mana mayoritas pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan apabila inflasi tetap tinggi akibat konflik geopolitik dan kenaikan harga energi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
