Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Mei 2026 | 16.48 WIB

Prabowo Cetak Sejarah Presiden Pertama Pidato KEM-PPKF di DPR, Misbakhun Sebut Tradisi Baru

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai langkah Presiden memberikan pidato di KEM-PPKF 2027 menjadi sebuah tradisi baru dalam ketatanegaraan Indonesia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai langkah Presiden memberikan pidato di KEM-PPKF 2027 menjadi sebuah tradisi baru dalam ketatanegaraan Indonesia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto secara perdana akan menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 secara langsung dalam Rapat Paripurna yang digelar DPR RI hari ini, Rabu (20/5).

Merespons hal itu, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai langkah Presiden tersebut akan menjadi sebuah tradisi baru dalam ketatanegaraan Indonesia.

Menurut Misbakhun, selama ini pembacaan KEM-PPKF umumnya disampaikan Menteri Keuangan atas nama presiden. Karena itu, keterlibatan langsung kepala negara dinilai memiliki makna politik dan ekonomi yang cukup penting dalam proses awal penyusunan RAPBN.

“Pembacaan kerangka ekonomi makro, pokok-pokok kebijakan fiskal, biasanya selama ini dibacakan oleh Menteri Keuangan atas nama Bapak Presiden. Jadi kalau hari ini dibacakan langsung oleh Bapak Presiden, itu menjadi sebuah tradisi baru memang,” ujar Misbakhun saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Dia menjelaskan, KEM-PPKF merupakan agenda rutin pemerintah setiap 20 Mei yang menjadi kick off awal pembahasan RAPBN tahun berikutnya, dalam hal ini RAPBN 2027.

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, dalam dokumen KEM-PPKF nantinya akan dibahas sejumlah asumsi dasar ekonomi makro yang menjadi fondasi penyusunan RAPBN.

Mulai dari target pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, hingga asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

“Nanti di dalam KEM-PPKF ini akan dibahas mengenai beberapa asumsi makro dalam sebuah range. Mulai dari pertumbuhan, tingkat inflasi, kemudian nilai tukar rupiah dan kemudian ICP produksi lifting minyak dan lifting gas,” jelasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore