Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 23.52 WIB

Soal Pernyataan Prabowo Orang Desa Nggak Pakai Dolar, Purbaya: Untuk Menghibur Rakyat Aja

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai warga desa tidak menggunakan dolar AS bertujuan untuk menghibur masyarakat. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai warga desa tidak menggunakan dolar AS bertujuan untuk menghibur masyarakat. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai warga desa tidak menggunakan dolar AS bertujuan untuk menghibur masyarakat di pedesaan saat nilai tukar rupiah melemah.

"Untuk menghibur rakyat aja waktu itu. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, enggak apa-apa ngomong begitu," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5).

Menurut Purbaya, masyarakat tidak perlu salah paham terhadap ucapan Presiden. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo sangat memahami kondisi perekonomian nasional saat rupiah menembus level Rp 17.600 per dolar AS.

Ia menjelaskan bahwa penjelasan teknis mengenai kondisi ekonomi makro, seperti dampak inflasi barang impor atau imported inflation, akan sulit dicerna jika disampaikan langsung kepada masyarakat awam di pedesaan.

Purbaya juga meminta masyarakat untuk tetap tenang karena kondisi fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia saat ini masih terjaga dengan sangat baik.

"Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan. Nggak, kita bagus sekali," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah menerapkan strategi yang tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah (government spending), melainkan juga aktif menggerakkan sektor swasta. Strategi tersebut berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,6 persen pada triwulan I-2026.

Menkeu memaparkan, kontribusi terbesar dari pertumbuhan 5,6 persen tersebut disumbang oleh belanja konsumen sebesar 2,9 persen, diikuti investasi 1,7 persen, dan belanja pemerintah sebesar 1,3 persen.

"Jadi yang men-drive dan memberi kontribusi penyumbang terbesar ke pertumbuhan adalah belanja masyarakat, daya belinya masih cukup bagus," kata Menkeu.

Lebih lanjut, Purbaya mengeklaim capaian pertumbuhan ekonomi di awal tahun ini sebagai sebuah prestasi yang luar biasa karena terjadi di tengah guncangan perekonomian global.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore