
Komoditas kakao di Kabupaten Kepulauan Yapen dinilai memiliki prospek besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Papua. (Istimewa)
JawaPos.com - Komoditas kakao di Kabupaten Kepulauan Yapen dinilai memiliki prospek besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Papua. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, komoditas ini juga berpeluang menembus pasar ekspor Eropa dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari Rp 108 miliar setiap tahun.
Potensi tersebut mengemuka saat Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Billy Mambrasar, melakukan kunjungan bersama Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roy Palunga, ke Kampung Konti Unai yang dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kakao di Yapen.
Dalam agenda tersebut, tim turut mengambil sampel biji kakao seberat tiga kilogram yang nantinya akan dikirim ke tiga perusahaan potensial asal Eropa. Sampel itu selanjutnya dibawa ke Jakarta untuk melalui tahapan kajian sebelum diarahkan menjadi kerja sama pembelian kakao dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen.
Billy Mambrasar mengatakan, pengembangan kakao sebagai komoditas unggulan daerah sejalan dengan konsep Export Base Theory yang diperkenalkan ekonom Douglas North. Menurut teori tersebut, daerah yang mampu memasarkan produk unggulan ke luar wilayah hingga pasar internasional akan memperoleh dampak ekonomi berupa pertumbuhan usaha, penciptaan lapangan kerja, kenaikan pendapatan warga, hingga penguatan pendapatan daerah.
”Kami menemui para petani kakao Orang Asli Papua di Kepulauan Yapen bersama Wakil Bupati Yapen. Kampung Konti Unai menjadi salah satu contoh kampung yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kakao,” ujar Billy Mambrasar di Papua seperti dikutip pada Senin (18/5).
Saat ini, Kampung Konti Unai memiliki sekitar 200 hektar lahan perkebunan kakao yang dikelola sekitar 150 petani Orang Asli Papua. Jika dihitung bersama sejumlah kampung lainnya di Kepulauan Yapen, total areal kakao diperkirakan mencapai 900 hektare.
Baca Juga:Anggota DPRD Jember Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat, Pakar Hukum: Publik Wajar Marah!
Mengacu pada data Direktorat Jenderal Perkebunan dan Badan Pusat Statistik, produktivitas kakao nasional berada di kisaran 700 kilogram hingga 1 ton per hektar setiap tahun. Dengan asumsi produksi rata-rata 1 ton per hektar, maka total potensi produksi kakao Yapen dapat mencapai sekitar 900 ton per tahun.
Sementara itu, harga kakao dunia saat ini berada di rentang Rp 120 juta hingga Rp 130 juta per ton. Dengan perhitungan tersebut, nilai ekonomi kakao dari Kepulauan Yapen diperkirakan mampu menembus angka lebih dari Rp 108 miliar per tahun.
Billy menilai pengembangan industri kakao di Papua menjadi gambaran penting bagaimana sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menciptakan sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022