
Warga membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SBPU di Depok, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal memperkirakan tambahan subsidi energi pemerintah berpotensi membengkak lebih dari Rp 100 triliun seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir.
Faisal mengatakan besarnya subsidi energi dipengaruhi dua faktor utama, yakni harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dan nilai tukar rupiah. Menurut dia, pelemahan rupiah akan meningkatkan beban subsidi karena Indonesia masih mengimpor energi, khususnya minyak bumi.
"Iya, jadi salah satu yang mempengaruhi besarnya subsidi energi itu, satu adalah harga ICP ya, terutama kalau kita minyak tentu saja ICP. Dan yang kedua adalah nilai tukar, ya karena kita mengimpor energi dari luar, terutama itu minyak bumi. Sehingga dengan rupiah yang sudah melemah sampai 17.850, ini tentu saja akan lebih membengkak lagi ya subsidinya," ujar Faisal kepada Jawapos.com, Senin (18/5).
Ia menjelaskan, berdasarkan kalkulasi CORE Indonesia, tambahan subsidi energi sebenarnya sudah bisa mencapai lebih dari Rp 100 triliun apabila kurs rupiah berada di level Rp 17.000 per dolar AS dan harga minyak menyentuh USD 100 per barel.
"Nah, kalau kita melihat dari kalkulasi kami sebetulnya kan kalau dia 17.000 saja nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan dengan harga minyak 100 dolar per barel, ini sebetulnya sudah 100 tambahan subsidi energi untuk tahun ini itu bisa—itu lebih dari 100 triliun rupiah ya," katanya.
Dengan kondisi rupiah yang kini telah melemah hingga kisaran Rp 17.600 per dolar AS dan harga minyak masih tinggi, Faisal menilai tambahan subsidi energi saat ini sangat mungkin sudah jauh melampaui Rp 100 triliun.
Karena itu, Faisal menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah penghematan dan melakukan refocusing anggaran agar defisit fiskal tidak melebar melampaui batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
"Sehingga pemerintah memang perlu melakukan langkah-langkah penghematan apa dan juga refocusing daripada anggaran secara luar biasa ya, supaya tidak defisit anggaran itu tidak melebar melebihi dari 3 persen," tuturnya.
Menurut Faisal, pelebaran defisit fiskal berpotensi menimbulkan dampak lanjutan terhadap perekonomian, termasuk memperburuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Diunggulkan Kalahkan Cristiano Ronaldo Cs
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Susunan Pemain Meksiko vs Inggris: Altitude Jadi Senjata El Tri, Saka dan Gordon Bantu Harry Kane
