
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin lemah. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara, memperingatkan rupiah berpotensi menyentuh level Rp20 ribu per dolar AS sebelum akhir Juni 2026 apabila pelemahannya terus berlangsung seperti saat ini.
Sebagaimana diketahui, tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih terus terjadi beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan kurs di Google pada Senin (18/5) pukul 11.40 WIB, satu dolar AS tercatat mencapai Rp17.671.
“Nah, jadi kalau situasinya terus berjalan begini, maka Rupiah-nya berapa? Rupiah bisa menyentuh 20.000 sebelum akhir bulan Juni kalau pelemahannya dan laju pelemahan Rupiah-nya persisten seperti sekarang,” kata Bhima kepada Jawapos.com, Senin (18/5).
Bhima menilai pelemahan nilai tukar Rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor fundamental ekonomi domestik dibanding tekanan eksternal global. Situasi diperparah oleh komunikasi pemerintah yang dinilai terus menyangkal persoalan yang terjadi di pasar keuangan.
“Rupiah ini makin terus melemah karena ada statement menyesatkan dari Presiden Prabowo Subianto soal masyarakat desa enggak pakai dolar, gitu. Terus juga ada distrust atau ketidakpercayaan terhadap kebijakan fiskal dari pengelolaan utang, penerimaan negara, dan kemudian juga defisit APBN-nya,” kata Bhima.
Menurut dia, sejumlah program besar pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Danantara juga memicu kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia.
“Nah, ini diperburuk karena komunikasinya denial terus. Jadi situasi ini 75 persen sumbernya adalah dari fundamental ekonomi Indonesia, sisanya baru faktor eksternal memperburuk kondisi, gitu,” ujarnya.
Dia menilai hingga kini pemerintah belum memiliki solusi jangka pendek yang jelas untuk meredam tekanan terhadap Rupiah.
“Dan yang dikhawatirkan gitu ya, solusi jangka pendeknya belum ketemu dari sisi pemerintah,” ucapnya.
Bhima mengatakan pemerintah seharusnya mulai melakukan rasionalisasi terhadap belanja program populis dan mengalihkan fokus pada stimulus langsung kepada pelaku usaha agar gelombang PHK bisa dicegah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
