Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Rumah Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (16/5). (YouTube Setpres)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh level Rp 17.600 per dolar AS.
Dia justru menyindir pihak-pihak yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan Indonesia akan mengalami krisis hanya karena kurs rupiah melemah.
Menurut Prabowo, narasi bahwa Indonesia akan mengalami chaos atau kehancuran ekonomi terus berulang setiap kali terjadi gejolak nilai tukar.
“Ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps. Akan chaos, akan apa, ya kan? Rupiah begini, rupiah begini, dolar begini,” ujar Prabowo saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Sabtu (16/5).
Dia menegaskan, mayoritas masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan, tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, menurutnya, pelemahan rupiah tidak perlu disikapi secara berlebihan hingga memicu kepanikan publik.
“Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?” ujarnya.
Prabowo juga menilai kondisi Indonesia saat ini masih relatif aman dibandingkan sejumlah negara lain yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global. Dia mengklaim bahwa ketahanan pangan dan energi nasional di tanah air masih terjaga.
“Pangan aman. Energi aman. Banyak negara panik Indonesia masih oke. Kita banyak. Banyak yang diberikan maha kuasa,” tukasnya.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah diprediksi masih berada dalam tekanan hingga awal pekan depan seiring meningkatnya tensi geopolitik global dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan, rupiah disebut berpotensi menembus level Rp 18.000 per dolar AS apabila tekanan eksternal terus berlanjut.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah saat ini dipicu memanasnya situasi di Timur Tengah, terutama setelah Iran menggelar latihan perang besar-besaran di Selat Hormuz. Ketegangan juga meningkat setelah muncul insiden kapal kargo yang tenggelam di perairan Oman serta penahanan sejumlah kapal oleh Iran.
“Ketegangan geopolitik membuat harga minyak naik dan dolar AS menguat. Dampaknya rupiah mengalami tekanan cukup besar,” ujar pengamat dalam analisisnya, Jumat (15/5).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022