
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan soal alasan pemerintah memberikan insentif untuk kendaraan listrik. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan soal alasan pemerintah memberikan insentif untuk kendaraan listrik. Kebijakan itu diambil sebagai strategi menekan impor bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai akan semakin membebani anggaran negara.
Purbaya mengatakan, pemerintah melihat harga minyak dunia berpotensi tetap tinggi dalam jangka panjang seiring memanasnya tensi geopolitik global, khususnya konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
“Karena kita lihat harga minyak dunia kan nggak akan turun,” kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Selasa (12/5).
Lebih lanjut, Bendahara Negara ini mengaku mendapat kesimpulan tersebut setelah mempelajari dinamika negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran saat melakukan kunjungan ke Negeri Paman Sam. Menurut dia, desain kesepakatan yang ditawarkan kepada Iran berpotensi sulit diterima sehingga konflik berkepanjangan masih mungkin terjadi.
Dengan kondisi itu, Purbaya memperkirakan harga energi, khususnya BBM, masih akan berada di level tinggi. Dampaknya, beban impor energi Indonesia juga berpotensi terus meningkat.
“Hitungan saya nih ya. Jadi kelihatannya oh kalau itu perangnya masih panjang. Artinya konsumsi BBM kita juga masih tinggi dan dengan harga yang lebih tinggi,” bebernya.
Oleh karena itu, Purbaya berupaya mempercepat peralihan penggunaan kendaraan berbasis BBM ke kendaraan listrik. Langkah tersebut dinilai dapat memangkas ketergantungan terhadap impor minyak.
Baca Juga:Purbaya Berharap Insentif Kendaraan Listrik Bisa Diimplementasikan Juni, Kurangi Konsumsi BBM
Tak hanya soal impor BBM, Purbaya juga menyinggung kapasitas listrik nasional yang belum termanfaatkan secara optimal. Dia menyebut masih ada pasokan listrik dari PLN yang tetap harus dibayar meski belum digunakan secara maksimal.
"Di samping itu juga ada listrik PLN yang tetap dibayar, tapi nggak dipakai, istilahnya, take or pay. Itu mungkin kapasitas yang baru kepakai katanya sekitar 70 persen," ucapnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
