Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 06.39 WIB

8 Cara Mengatur Uang ala Gen Z agar Tidak Menyesal di Akhir Bulan, Bisa Healing Tanpa Pusing!

Ilustrasi cara mengatur uang (Magnific) - Image

Ilustrasi cara mengatur uang (Magnific)

JawaPos.com – Generasi Z atau Gen Z dikenal sangat dekat dengan teknologi dan media sosial. Hal ini ikut memengaruhi cara mereka mengatur dan menghabiskan uang. Banyak Gen Z lebih memilih spending untuk pengalaman seperti healing, nongkrong, atau konser dibanding hanya menabung terus-menerus.

Melansir dari laman Prudential Indonesia, Gen Z cenderung lebih sadar soal pengelolaan keuangan modern dan mulai menggunakan aplikasi untuk mengatur pengeluaran. Namun di sisi lain, Media Keuangan Kementerian Keuangan RI menyebut literasi keuangan Gen Z masih tergolong rendah.

Agar bisa tetap menikmati hidup tanpa harus menyesal di akhir bulan, berikut adalah panduan cerdas dalam membelanjakan uang:

1. Prioritaskan Pengalaman, Bukan Sekadar Tren

Banyak Gen Z lebih suka menghabiskan uang untuk pengalaman seperti konser, traveling, atau quality time dibanding membeli barang yang hanya viral sesaat. Pengalaman biasanya terasa lebih berharga dan meninggalkan kenangan yang lebih lama. Selain itu, pengalaman juga sering membantu mengurangi stres setelah sibuk kuliah atau bekerja.

2. Self Reward Itu Wajar

Setelah lelah kuliah atau bekerja, self reward memang bisa membantu memperbaiki mood. Namun jangan sampai belanja dijadikan pelarian stres atau doom spending karena akhirnya uang habis tanpa sadar. Self reward tetap perlu dibatasi agar kondisi keuangan tidak terganggu.

3. Sisihkan Tabungan di Awal

Jangan menunggu ada sisa uang baru menabung. Coba langsung sisihkan tabungan saat gaji atau uang bulanan masuk. Setelah itu, baru gunakan sisanya untuk kebutuhan dan hiburan. Cara ini membantu pengeluaran jadi lebih terkontrol.

4. Jangan Ikut Lifestyle Media Sosial

Media sosial sering membuat orang merasa tertinggal. Melihat orang lain liburan atau belanja terus bisa memicu keinginan ikut-ikutan. Padahal tidak semua yang terlihat di internet sesuai dengan kondisi nyata. Karena itu, penting memahami kemampuan finansial diri sendiri.

5. Spending untuk Diri Sendiri Bisa Jadi Investasi

Membeli barang atau layanan yang membantu produktivitas sebenarnya bukan pemborosan. Contohnya seperti ikut kelas online, membeli laptop kerja, atau alat olahraga yang mendukung kesehatan. Spending seperti ini biasanya lebih bermanfaat dalam jangka panjang.

6. Nongkrong Boleh, Asal Tidak Berlebihan

Nongkrong jadi cara banyak anak muda melepas stres. Namun kalau terlalu sering, pengeluaran kecil bisa jadi besar tanpa terasa. Karena itu, tetap atur budget nongkrong agar kondisi keuangan tetap aman dan tidak mengganggu kebutuhan utama.

7. Belajar Bedakan Butuh dan Lapar Mata

Diskon, flash sale, dan gratis ongkir sering bikin orang checkout impulsif. Sebelum membeli sesuatu, coba pikirkan lagi apakah barang itu benar-benar dibutuhkan atau cuma lapar mata sesaat. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu mengurangi pengeluaran tidak penting.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore