
Dari kiri Indra Aditya Sanjaya (Direktur BNC), Eri Budiono (Direktur Utama BNC), Inkawan D Jusi (Komisaris Utama Independen BNC), aibcjyKreisna Dewantara Gozali (Komisaris6⁶ BNC), Adrian Soewardjo (Direktur BNC).
JawaPos.com-PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menetapkan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai laba ditahan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Direktur Utama BNC Eri Budiono, menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga fundamental bisnis sekaligus meningkatkan kapasitas ekspansi perseroan ke depan.
“Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ujar Eri dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Sepanjang 2025, BNC mencatatkan kinerja yang menunjukkan perbaikan signifikan. Laba bersih perseroan mencapai Rp 565,69 miliar, melonjak tajam dibandingkan pada 2024 yang sebesar Rp 19,88 miliar. Capaian itu mencerminkan hasil dari upaya peningkatan efisiensi operasional, penguatan fundamental bisnis, serta pengelolaan pertumbuhan yang lebih terjaga.
RUPST yang digelar di Jakarta Selatan pada Kamis (30/4) tersebut dihadiri mayoritas pemegang saham, jajaran Dewan Komisaris, dan Direksi. Dalam rapat itu, pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan 2025, termasuk pengesahan laporan keuangan serta laporan pengawasan Dewan Komisaris.
Selain penetapan penggunaan laba, RUPST turut menyetujui perubahan susunan Direksi sebagai bagian dari penyesuaian organisasi menghadapi dinamika industri perbankan yang semakin terdigitalisasi dan kompleks. "Langkah ini dilakukan agar pengelolaan perseroan berjalan lebih terintegrasi, efektif, dan selaras dengan arah strategi jangka panjang," terangnya.
Pemegang saham mengangkat Adrian Wibisono Soewardjo dan Indra Aditya Sanjaya sebagai Direktur Perseroan, yang akan efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Adrian memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di industri perbankan, termasuk di sektor layanan digital, khususnya di bidang operasional. Sementara Indra memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di industri keuangan dengan fokus pada manajemen risiko.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
