
Ilustrasi Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah kembali tertekan di tengah memanasnya konflik geopolitik global. Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5), bahkan sempat menembus level Rp17.437 per dolar AS.
Pengamat menilai eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz hingga lonjakan harga minyak dunia menjadi pemicu utama tekanan terhadap mata uang Garuda.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 13,50 poin atau 0,08 persen ke level Rp 17.407 per dolar AS. Kemudian, nilainya makin melemah mencapai Rp 17.437 per dolar AS. Angka tersebut naik 44 poin atau 0,26 persen.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan salah satu penyebab adalah kembali terjadinya serangan Amerika Serikat terhadap pasukan Iran di Selat Hormuz yang banyak menewaskan tentara dari Iran sendiri.
"Kita tahu bahwa sebelumnya Trump sendiri sudah menginstruksikan terhadap Angkatan Laut Amerika yang berada di Laut Oman, Laut Internasional untuk melakukan penguasaan terhadap Selat Hormuz yang sebelumnya dikuasai oleh Iran," ujar Ibrahim dalam analisisnya, Selasa (5/5).
"Ini yang membuat ketegangan terbaru karena ada lebih dari lima kapal perang kecil Iran yang dibombardir dan hancur. Ini membuat ketegangan tersendiri di Timur Tengah," tambahbta.
Selain itu, Ibrahim juga menyampaikan pelemahan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh produksi kilang minyak di Rusia yang mengalami penurunan imbas serangan dari Ukraina. Sehingga berdampak terhadap penguatan harga minyak mentah, termasuk WTI crude oil.
Selanjutnya, Ibrahim juga menyoroti terjadinya perang ini berdampak terhadap inflasi. Inflasi tinggi membuat Bank Sentral Amerika baik Bank Sentral Amerika maupun Bank Sentral Global ini akan menaikkan suku bunga, terlebih jika harga minyak mentah terus terkerek.
Bersamaan dengan itu, Ibrahim juga mengatakan kemungkinan perusahaan-perusahaan yang listing di bursa pun juga harus mengeluarkan dividen.
"Di sisi lain pun juga cadangan devisa Indonesia pun juga mengalami penyusutan akibat Bank Indonesia yang terus melakukan intervensi, baik di pasar internasional maupun pasar domestik, kemudian di obligasi maupun surat hutang negara yang begitu masif, sehingga cadangan devisa sedikit menyusut," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
