Teller menunjukan mata uang Dolar AS dan Rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pada awal perdagangan pekan ini, nilai tukar (kurs) rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan, Rupiah tercatat turun sebesar 76 poin atau sekitar 0,45 persen sehingga berada di posisi Rp 17.001 per USD.
Ekonom Permata Bank, Joshua Pardede menilai bahwa secara umum pelemahan rupiah ke kisaran Rp17 ribu memang meningkatkan risiko kenaikan harga, tetapi kenaikannya tidak selalu serentak dan tidak langsung terjadi pada semua barang.
“Kurs acuan Bank Indonesia pada 9 Maret 2026 tercatat Rp16.974 per dolar Amerika Serikat. Bank Indonesia juga menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar dapat mendorong kenaikan harga karena biaya barang dari luar negeri menjadi lebih mahal,” kata Joshua saat dihubungi JawaPos.com, dikutip Selasa (10/3).
Dia menjelaskan, kondisi inflasi pada Februari 2026 sudah mencapai 4,76 persen, alhasil ruang pelaku usaha untuk menahan kenaikan biaya menjadi semakin sempit, sehingga tekanan harga ke konsumen berpotensi bertambah bila pelemahan rupiah bertahan cukup lama.
Menurutnya, dampak yang paling cepat terasa biasanya ada pada barang yang bahan bakunya masih banyak didatangkan dari luar negeri, barang jadi impor, serta komoditas yang sangat bergantung pada ongkos angkut.
“Untuk energi, aturan Kementerian ESDM menyebut perhitungan harga dasar bahan bakar minyak bulanan memakai harga pasar dan nilai tukar rupiah, sehingga bila rupiah lemah bertahan, tekanan terhadap ongkos distribusi dan transportasi akan membesar,” jelasnya.
Hanya saja, bahan pokok domestik tidak otomatis bisa langsung naik setinggi itu. Sebab, pergerakannya juga sangat ditentukan oleh panen, pasokan, dan kelancaran distribusi.
Menurutnya, Badan Pangan Nasional saat ini masih mencatat ketersediaan minyak goreng, gula, cabai, bawang, telur, dan daging berada dalam kondisi surplus, sehingga bantalan pasokan masih ada.
Baca Juga:Rupiah Terkapar ke Level Rp 17.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Klaim Ekonomi Masih Ekspansif
“Pelemahan rupiah bisa mendorong kenaikan harga barang dan sebagian bahan pokok, terutama yang terkait angkutan dan energi, tetapi besarnya dampak akan sangat ditentukan oleh lamanya pelemahan rupiah, kebijakan harga energi, dan kemampuan pemerintah menjaga pasokan pangan,” tukas dia.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
