
Ilustrasi angkutan umum armada PO SAN. (Istimewa)
JawaPos.com–Kenaikan biaya operasional yang kian tajam mendorong operator angkutan umum mulai mengkaji ulang tarif layanan. Baik untuk angkutan penumpang maupun barang.
Kondisi ini dipicu lonjakan harga komponen penting seperti pelumas, ban, hingga suku cadang yang sebagian besar masih bergantung pada impor. Sekretaris Jenderal DPP Organda Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan, pelaku usaha transportasi saat ini berada dalam tekanan biaya yang terus meningkat, meski harga BBM subsidi belum mengalami kenaikan.
”Kami operator angkutan massal saat ini sedang menghitung atau kalkulasi ulang untuk penyesuaian tarif angkutan, baik barang maupun orang. Hal ini harus kami lakukan karena biaya perawatan dan biaya operasional tidak langsung semakin tajam,” ujar Sani, sapaan karib Kurnia Lesani Adnan kepada JawaPos.com.
Menurut dia, kenaikan biaya tidak langsung sudah terjadi secara bertahap sejak 2023 hingga 2025. Bahkan, total kenaikan biaya spare part dan investasi disebut telah mencapai sekitar 30 persen, dengan puncak tekanan terjadi setelah penyesuaian pajak pertambahan nilai (PPN).
Tak hanya itu, para operator juga mulai menerima sinyal kenaikan harga dari vendor dan pemasok, khususnya untuk komoditas berbasis plastik dan pelumas. Kondisi ini mempersempit ruang gerak pelaku usaha dalam menjaga tarif tetap stabil.
Di sisi lain, disparitas harga antara BBM subsidi dan non subsidi dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru. Terutama terkait distribusi dan ketersediaan di lapangan.
Baca Juga:Wacana Tobacco Harm Reduction Menguat, Pemerintah Diminta Kaji Berbasis Bukti dan Lindungi Publik
Owner PO bus SAN itu juga menyinggung pengalaman sebelumnya, ketika selisih harga BBM yang tidak terlalu lebar saja sudah memicu kelangkaan di sejumlah daerah, khususnya wilayah pertambangan dan perkebunan.
”Melihat disparitas harga BBM non-subsidi dengan subsidi saat ini, ada kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM subsidi di SPBU. Ini harus menjadi perhatian pemerintah,” tegas Kurnia Lesani Adnan.
Dia juga menyoroti persoalan teknis dalam sistem distribusi BBM subsidi, seperti kendala pada barcode MyPertamina yang sempat hilang dan memaksa pengguna melakukan pendaftaran ulang dengan proses verifikasi hingga beberapa hari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022