
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana pembukaan sekitar 380 lowongan kerja di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bagi lulusan SMA/sederajat. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan menyampaikan penolakannya terhadap tawaran utang dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) di tengah kunjungannya ke Washington DC, pekan lalu.
Ia menegaskan Indonesia masih belum butuh utang dari luar negeri. Menurutnya, hingga saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mampu menopang segala kebutuhan di dalam negeri.
"Ditengah-tengahnya (IMF dan World Bank) nawarin bahwa mereka sudah menyediakan uang. Ada yang bilang USD 20-30 miliar untuk memberikan bantuan ke negara yang membutuhkan. Kalau di World Bank saya diam saja, tetapi yang terakhir nawarin 'kalau mau itu dipakai boleh', suruh utang ke dia," ujar Purbaya dalam Media Briefing di Kantornya, Selasa (21/4).
"IMF juga sama. Saya bilang, ya itu, terima kasih atas tawarannya. Tetapi sekarang kondisi APBN kita masih bagus dan saya belum butuh itu," imbuhnya.
Lebih lanjut, Purbaya juga menyampaikan kepada IMF dan World Bank bahwa Indonesia masih punya nominal dana yang cukup banyak, yakni mencapai USD 25-30 miliar.
Bahkan Purbaya menyebut nominal anggaran yang dimiliki Indonesia jauh lebih besar daripada yang dimiliki lembaga internasional itu.
"Dan saya masih punya uang sebesar USD 25-30 miliar dolar juga yang kita pegang untuk negara sendiri. Mereka kan USD 25 miliar untuk seberapapuluh negara, kita punya USD 25 miliar sendiri. Jadi kondisi keuangan kita masih aman," ungkapnya.
Selain menawarkan utang, Purbaya mengaku bahwa IMF dan World Bank juga turut membahas komitmen Indonesia untuk menjaga defisit APBN tidak lebih dari 3 persen.
Dalam pertemuan itu, kata Purbaya, terjadi debat seru antara rombongan Kemenkeu dengan lembaga internasional itu mengenai cara Indonesia mengatasi kenaikan harga minyak di tengah dinamika geopolitik global.
"Itu debat seru, mempertanyakan apa policy kita dan kita jelaskan seperti apa. Salah satunya yang ditanya adalah defisitnya di 3 persen, subsidinya naik, gimana cara nutupnya? Ya kita jelaskan," tutur Purbaya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
