Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 April 2026 | 00.50 WIB

Cerita Purbaya Tolak Utang IMF-World Bank Saat Kunjungan ke Washington DC: APBN Kita Masih Bagus, Belum Butuh!

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana pembukaan sekitar 380 lowongan kerja di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bagi lulusan SMA/sederajat. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana pembukaan sekitar 380 lowongan kerja di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bagi lulusan SMA/sederajat. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan menyampaikan penolakannya terhadap tawaran utang dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) di tengah kunjungannya ke Washington DC, pekan lalu.

Ia menegaskan Indonesia masih belum butuh utang dari luar negeri. Menurutnya, hingga saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mampu menopang segala kebutuhan di dalam negeri.

"Ditengah-tengahnya (IMF dan World Bank) nawarin bahwa mereka sudah menyediakan uang. Ada yang bilang USD 20-30 miliar untuk memberikan bantuan ke negara yang membutuhkan. Kalau di World Bank saya diam saja, tetapi yang terakhir nawarin 'kalau mau itu dipakai boleh', suruh utang ke dia," ujar Purbaya dalam Media Briefing di Kantornya, Selasa (21/4).

"IMF juga sama. Saya bilang, ya itu, terima kasih atas tawarannya. Tetapi sekarang kondisi APBN kita masih bagus dan saya belum butuh itu," imbuhnya.

Lebih lanjut, Purbaya juga menyampaikan kepada IMF dan World Bank bahwa Indonesia masih punya nominal dana yang cukup banyak, yakni mencapai USD 25-30 miliar.

Bahkan Purbaya menyebut nominal anggaran yang dimiliki Indonesia jauh lebih besar daripada yang dimiliki lembaga internasional itu.

"Dan saya masih punya uang sebesar USD 25-30 miliar dolar juga yang kita pegang untuk negara sendiri. Mereka kan USD 25 miliar untuk seberapapuluh negara, kita punya USD 25 miliar sendiri. Jadi kondisi keuangan kita masih aman," ungkapnya.

Selain menawarkan utang, Purbaya mengaku bahwa IMF dan World Bank juga turut membahas komitmen Indonesia untuk menjaga defisit APBN tidak lebih dari 3 persen.

Dalam pertemuan itu, kata Purbaya, terjadi debat seru antara rombongan Kemenkeu dengan lembaga internasional itu mengenai cara Indonesia mengatasi kenaikan harga minyak di tengah dinamika geopolitik global.

"Itu debat seru, mempertanyakan apa policy kita dan kita jelaskan seperti apa. Salah satunya yang ditanya adalah defisitnya di 3 persen, subsidinya naik, gimana cara nutupnya? Ya kita jelaskan," tutur Purbaya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore